Di Hadapan Bos Bosowa Aksa Mahmud, Bomber PSM Alex Tanque Yakin Kalahkan Borneo: Menang 2-0!

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Atmosfer optimisme menyelimuti skuad PSM Makassar jelang laga penting menghadapi Borneo FC Samarinda. Keyakinan itu bukan hanya datang dari ruang ganti pemain, tetapi juga dari figur sentral di balik klub, Aksa Mahmud, yang secara langsung hadir memberikan dukungan.

Kehadiran pendiri Bosowa Group itu di sesi latihan bukan sekadar formalitas. Baru tiba dari Jakarta, ia langsung menuju Stadion Kalegowa untuk menyaksikan persiapan tim. Sebagaimana dikutip dari Celebes Media, di pinggir lapangan, Aksa duduk bersama manajemen, mengamati setiap pergerakan pemain dengan serius. Sesekali ia berdiskusi dengan ofisial tim, menunjukkan bahwa perhatiannya terhadap PSM bukan hanya simbolik, tetapi benar-benar mendalam.

Latihan yang dipimpin asisten pelatih Ahmad Amiruddin itu berfokus pada penyelesaian akhir. Para pemain diasah ketajamannya, mengantisipasi laga yang diprediksi berjalan ketat. Di tengah sesi tersebut, aura kompetitif bercampur dengan semangat kebersamaan yang terasa kuat.

Momen paling menarik terjadi usai latihan. Para pemain satu per satu menghampiri Aksa, menyalami dan menerima suntikan motivasi langsung. Dalam suasana akrab itu, Aksa menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna: menang di laga berikutnya.

Respons para pemain pun tidak kalah penuh percaya diri. Alex Tanque, bomber andalan PSM, bahkan dengan tegas melontarkan prediksi skor. Ia yakin timnya mampu menundukkan Borneo dengan skor 2-0. Pernyataan itu bukan sekadar keberanian, tetapi juga cerminan kepercayaan diri yang sedang tumbuh di dalam tim.

Di sisi lain, kapten tim Yuran Fernandes memilih jawaban yang lebih tenang namun sarat keyakinan. Dengan bahasa Indonesia yang mulai fasih, ia menjawab singkat bahwa kemenangan akan diupayakan. Respons itu disambut canda hangat dari Aksa, yang mengapresiasi perkembangan bahasa sang pemain.

Interaksi tersebut memperlihatkan hubungan yang tidak kaku antara pemain, manajemen, dan sosok di balik klub. Tidak ada jarak yang terlalu formal. Yang terlihat justru kedekatan emosional, sesuatu yang sering kali menjadi faktor pembeda dalam tim sepak bola.

Kebersamaan itu berlanjut dalam makan malam bersama. Bahkan setelah para pemain kembali, Aksa masih bertahan untuk berdiskusi dengan jajaran manajemen dan pelatih. Situasi ini menggambarkan keterlibatan penuh dalam setiap aspek tim, dari teknis hingga non-teknis.

Aksa juga sempat berbagi cerita tentang pengalamannya menyaksikan laga sebelumnya melawan PSIM Yogyakarta. Ia mengaku sempat diliputi ketegangan saat PSM tertinggal lebih dulu. Dalam kondisi itu, ekspektasinya bahkan sempat turun—hasil imbang dianggap cukup.

Namun jalannya pertandingan justru berbalik. Saat PSM mencetak gol penyeimbang, rasa lega mulai muncul. Dan ketika gol kedua tercipta, Aksa sempat tidak menyadari bahwa bola telah masuk ke gawang. Reaksi pemain yang langsung berlari merayakan gol menjadi penanda bahwa momen penting telah terjadi.

Cerita itu mencerminkan bagaimana sepak bola bukan hanya tentang strategi dan statistik, tetapi juga emosi yang naik turun dalam hitungan detik. Bahkan bagi sosok berpengalaman seperti Aksa, ketegangan di tribun tetap terasa nyata.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyadari adanya tambahan waktu hingga sepuluh menit dalam laga tersebut. Baginya, tambahan waktu dalam kondisi unggul justru terasa lebih lama dan menegangkan. Pernyataan itu disampaikan dengan nada santai, namun menggambarkan betapa intensnya pengalaman menonton langsung pertandingan.

Kini, menjelang duel melawan Borneo, suasana tim terlihat berada dalam kondisi positif. Dukungan moral dari figur seperti Aksa Mahmud menjadi energi tambahan, sementara kepercayaan diri pemain seperti Alex Tanque memberi sinyal bahwa tim siap bertarung.

Namun optimisme tetap harus diimbangi dengan kewaspadaan. Borneo bukan lawan yang mudah. Mereka memiliki kualitas untuk menghukum kesalahan sekecil apa pun. Karena itu, keyakinan menang 2-0 harus diterjemahkan ke dalam disiplin dan kerja keras di lapangan.

Pada akhirnya, laga ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana PSM menjaga momentum dan semangat kolektif yang sedang terbangun. Jika energi dari latihan, dukungan manajemen, dan kepercayaan diri pemain bisa menyatu, maka prediksi Alex Tanque bukan sekadar harapan—melainkan target yang realistis untuk diwujudkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erick Thohir Beberkan Nasib Bidding Piala Asia 2031 dan 2035, Indonesia Masih Menunggu Kepastian
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Jaga Ketahanan Energi, Produksi Gas Blok Mahakam Bertambah 20 MMSCFD
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Pisang atau Jeruk, Mana Buah Terbaik untuk Sarapan?
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Polri: Korban Kekerasan Seksual di Kampus Bisa Langsung Lapor Polisi
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
Akhirnya Terungkap Penyebab Keluarga Ammar Zoni Cut Off Dokter Kamelia: Mengecewakan!
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.