REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Dewan Keamanan PBB pada Selasa (7/4/2026) pekan lalu gagal mengadopsi rancangan resolusi yang menyerukan langkah-langkah pertahanan terkoordinasi guna memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, usai Rusia dan China memveto draf resolusi tersebut. Utusan China untuk PBB, Fu Cong dikutip CGTN, mengungkap bahwa veto itu justru membantu mencegah eskalasi perang antara Iran dan AS-Israel.
Dalam menggunakan hak vetonya atas draf resolusi yang didaftarkan oleh Bahrain mewakili negara Teluk, China kata Fu Cong menerapkan prinsip keadilan internasional, mempertahankan tujuan dan prinsip-prinsip Piaga PBB dan mencegah konflik meluas. Menurut Fu Cong, veto dari China menciptakan kondisi untuk mencapai sebuah gencatan senjata, terciptanya dialog dan negosiasi.
Baca Juga
Arab Saudi dan Mesir Dilaporkan Diam-Diam Bangun Koridor Logistik Baru Hindari Selat Hormuz
BGN Jelaskan Alasan TNI dan Polri Langsung Dapat Jatah 1.000 SPPG di Awal Program MBG
China Peringatkan RI Soal Kesepakatan Overflight Clearance dengan AS
Draf resolusi "secara kuat mendukung" negara-negara berkepentingan yang menggunakan rute komersial di Selat Hormuz untuk mengkoordinasikan upaya defensif untuk memastikan keselamatan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz, termasuk dengan pengawalan kapal-kapal dagang dan komersial. Fu menjelaskan, draf resolusi itu gagal menangkap akar penyebab dan gambaran penuh dari konflik lewat sebuah cara yang komprehensif dan berimbang.
"Voting China merepresentasikan sebuah pilihan bertanggung jawab untuk perdamaian dan untuk rakyat di kawasan. China berdiri di pihak sejarah yang benar dan akan berdiri dalam ujian sejarah," kata Fu Cong.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
China menyematkan kepentingan besar dari draf resolusi dan sangat memahami kekhawatiran besar dari negara-negara Teluk. Pada saat yang sama, aksi Dewan Keamanan PBB harus bertujuan pada deeskalasi.
Menurut Fu, Dewan Keamanan PBB tidak boleh menjadi sebuah legitimasi untuk mengotorisasi operasi militer atau otorosasi penggunaan kekuatan, membiarkan tensi menjadi lebih buruk dan membakar api lebih besar, hingga eskalasi konflik pun bertambah parah.
"China tidak ikut serta dalam serangan-serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. China percaya perlintasan dan keamanan dari selat yang digunakan untuk navigasi internasional harus dijaga. Kami sejak awal menyerukan kepada Iran untuk mengambil langkah proaktif untuk mengembalikan navigasi Selat Hormuz ke kondisi normal," kata Fu.