Jakarta (ANTARA) - Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mengangkut tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Depo Kembar, Jelambar, Grogol Petamburan, Kamis, usai aroma yang ditimbulkan dikeluhkan warga sekitar.
"Hari tadi sudah kita angkut di Depo Kembar. Iya (dikeluhkan warga), tadi kita terjunkan petugas Satpel LH Grogol Petamburan," kata Kasudin LH Jakbar, Achmad Hariadi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Hariadi menuturkan bahwa TPS Depo Kembar pada dasarnya adalah lokasi dua TPS berdekatan. Satu TPS digunakan RW 08 Jelambar dan satu lagi digunakan RW 02 Jelambar Baru.
"Tapi ada empat RW yang buang sampah di situ, makanya sampah menumpuk," tutur Hariadi.
Selain itu, sampah-sampah transit dari petugas gerobak juga kerap kali dibuang di lokasi saat truk pengangkut yang berjumlah dua unit belum kembali dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Jadi selain sampah yang diangkut ke situ melebihi kapasitas, gerobak-gerobak juga masuk saat truk belum kembali dari Bantar Gebang. Makanya menumpuk," ujar Hariadi.
Sementara itu, Kasatpel Lingkungan Hidup Grogol Petamburan, Udin Mahmudin, menyebut pembersihan itu dilakukan 30 petugas gabungan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup bersama personel PPSU Kelurahan Jelambar.
"Sampah yang menggunung bahkan meluber ke jalan raya sehingga mengganggu aktivitas warga setempat," katanya.
Selain petugas, pihaknya juga mengerahkan alat berat jenis shovel, untuk untuk mengangkut tumpukan sampah ke dalam lima truk besar pengangkut sampah.
"Proses pengangkutan berlangsung selama empat jam, dan seiring dengan itu, bau tidak sedap yang selama ini menyelimuti area mulai berkurang," ujarnya.
Baca juga: Strategi LH Jakbar atasi permanen masalah sampah Depo Kembar Jelambar
Baca juga: Sudin LH Jakbar angkut sampah yang menumpuk di Rusun Tambora
Baca juga: Jakbar terapkan teknologi pirolisis, olah sampah jadi produk bernilai
"Hari tadi sudah kita angkut di Depo Kembar. Iya (dikeluhkan warga), tadi kita terjunkan petugas Satpel LH Grogol Petamburan," kata Kasudin LH Jakbar, Achmad Hariadi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Hariadi menuturkan bahwa TPS Depo Kembar pada dasarnya adalah lokasi dua TPS berdekatan. Satu TPS digunakan RW 08 Jelambar dan satu lagi digunakan RW 02 Jelambar Baru.
"Tapi ada empat RW yang buang sampah di situ, makanya sampah menumpuk," tutur Hariadi.
Selain itu, sampah-sampah transit dari petugas gerobak juga kerap kali dibuang di lokasi saat truk pengangkut yang berjumlah dua unit belum kembali dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Jadi selain sampah yang diangkut ke situ melebihi kapasitas, gerobak-gerobak juga masuk saat truk belum kembali dari Bantar Gebang. Makanya menumpuk," ujar Hariadi.
Sementara itu, Kasatpel Lingkungan Hidup Grogol Petamburan, Udin Mahmudin, menyebut pembersihan itu dilakukan 30 petugas gabungan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup bersama personel PPSU Kelurahan Jelambar.
"Sampah yang menggunung bahkan meluber ke jalan raya sehingga mengganggu aktivitas warga setempat," katanya.
Selain petugas, pihaknya juga mengerahkan alat berat jenis shovel, untuk untuk mengangkut tumpukan sampah ke dalam lima truk besar pengangkut sampah.
"Proses pengangkutan berlangsung selama empat jam, dan seiring dengan itu, bau tidak sedap yang selama ini menyelimuti area mulai berkurang," ujarnya.
Baca juga: Strategi LH Jakbar atasi permanen masalah sampah Depo Kembar Jelambar
Baca juga: Sudin LH Jakbar angkut sampah yang menumpuk di Rusun Tambora
Baca juga: Jakbar terapkan teknologi pirolisis, olah sampah jadi produk bernilai





