Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Surabaya
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya pelayanan optimal bagi jemaah haji sejak di embarkasi. Hal ini disampaikannya saat melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi se-Indonesia Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, embarkasi menjadi titik awal kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh jemaah, sehingga kualitas pelayanan harus benar-benar diperhatikan oleh seluruh petugas.
Menhaj menekankan bahwa pelayanan harus bersifat inklusif, dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan.
“Kelompok rentan harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan, bukan sekadar pelengkap,”ujar Menhaj Irfan dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa pelantikan PPIH bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan tanggung jawab untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan kepada jemaah sejak tahap awal keberangkatan.
Dalam aspek teknis, Menhaj meminta seluruh petugas memastikan kesiapan berbasis data yang akurat, mulai dari kelengkapan dokumen, pra-manifest, penempatan jemaah, hingga layanan kesehatan dan distribusi kebutuhan selama di embarkasi.
Terkait skema murur dan tanazul, ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan dan perlindungan bagi jemaah. Oleh karena itu, pendataan yang valid serta sosialisasi yang jelas kepada jemaah menjadi hal yang sangat penting.
Menhaj juga menyoroti aspek integritas petugas. Ia menegaskan tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan maupun pelayanan yang bersifat diskriminatif.
“Kepercayaan jemaah adalah amanah. Petugas haji harus menjadi teladan dalam kejujuran dan akhlak pelayanan,”jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola dam yang dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jika pelaksanaan dam dilakukan di Arab Saudi, jemaah diharuskan mengikuti mekanisme resmi melalui Proyek Adahi.
Menutup arahannya, Menhaj mengajak seluruh PPIH Embarkasi untuk bekerja secara solid sebagai satu tim nasional, meskipun pelantikan dilakukan secara hybrid.
“Kita adalah satu tim nasional dengan standar pelayanan yang sama,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





