FAJAR, JAKARTA — Ambisi Veda Ega Pratama untuk menembus podium di seri Moto3 Spanyol 2026 tidak dibangun dari persiapan biasa. Di tengah jeda panjang kalender balap, ia memilih jalur yang lebih berat—berlatih langsung di lintasan-lintasan yang juga menjadi tempat pengasahan para pembalap elite dunia, termasuk Marc Marquez.
Perubahan jadwal Moto3 musim ini memang memberi ruang waktu yang tidak sedikit. Penundaan seri Qatar akibat situasi geopolitik di Asia Barat membuat para pembalap memiliki jeda hampir satu bulan setelah balapan di Amerika. Namun bagi Veda, waktu luang itu tidak diartikan sebagai kesempatan beristirahat. Justru sebaliknya, ia memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas diri secara menyeluruh.
Setelah sempat mengasah kemampuan lewat latihan fisik dan teknik di lintasan motocross, Veda kembali ke habitat utamanya—aspal. Bersama tim Honda Team Asia, ia menjalani sesi latihan intensif di dua sirkuit penting di Spanyol, yakni Sirkuit Aspar dan Sirkuit Alcarras.
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Sirkuit Aspar dikenal sebagai salah satu trek latihan favorit Marc Marquez, bahkan digunakan olehnya untuk mempersiapkan musim MotoGP 2026. Dengan berlatih di tempat yang sama, Veda tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menempatkan dirinya dalam standar yang lebih tinggi—standar pembalap kelas dunia.
Latihan tersebut juga menjadi ajang penting untuk meningkatkan adaptasi terhadap karakter lintasan Eropa yang memiliki perbedaan signifikan dibanding sirkuit di Asia atau Amerika Selatan. Grip aspal, perubahan elevasi, hingga konfigurasi tikungan menjadi tantangan tersendiri yang harus dikuasai jika ingin bersaing di level atas Moto3.
Dalam sesi latihan itu, Veda tidak sendiri. Ia ditemani oleh Mario Aji yang kini berkompetisi di kelas Moto2. Kehadiran Mario memberi nilai tambah tersendiri, baik dari sisi pengalaman maupun referensi teknis. Interaksi antar pembalap dalam satu tim sering kali menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan performa.
Performa Veda di awal musim memang sudah mencuri perhatian. Ia membuka kampanye Moto3 2026 dengan hasil solid, finis kelima di Thailand dan kemudian naik podium ketiga di Brasil. Capaian itu menempatkannya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan dalam persaingan papan atas.
Namun perjalanan tidak selalu mulus. Insiden jatuh di Moto3 Amerika menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah tantangan terbesar di kelas ini. Moto3 dikenal sebagai kategori yang sangat kompetitif, di mana selisih waktu antar pembalap sering kali sangat tipis dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Saat ini, Veda berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 27 poin. Posisi tersebut masih sangat terbuka untuk diperbaiki, mengingat jarak poin antar pembalap tidak terlalu jauh. Ia bersaing ketat dengan nama-nama seperti Adrian Fernandez, David Almansa, dan Brian Uriarte.
Seri berikutnya di Sirkuit Jerez pada 26 April akan menjadi momen krusial. Jerez bukan sekadar lintasan biasa. Ia adalah salah satu sirkuit klasik yang menuntut keseimbangan antara kecepatan, presisi, dan manajemen ban. Bagi Veda, balapan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa hasil di Brasil bukan kebetulan.
Motor Honda NSF250RW yang ia tunggangi juga akan memainkan peran penting. Penguasaan terhadap karakter motor, terutama dalam kondisi balapan yang dinamis, akan sangat menentukan hasil akhir. Di sinilah latihan intensif sebelumnya diharapkan memberikan dampak nyata.
Lebih dari sekadar hasil, pendekatan yang diambil Veda menunjukkan perubahan mentalitas. Ia tidak lagi sekadar beradaptasi dengan kompetisi, tetapi mulai menyiapkan diri layaknya pembalap MotoGP—memperhatikan detail, meningkatkan fisik, dan memilih lingkungan latihan terbaik.
Jika proses ini terus berlanjut, maka peluang untuk kembali naik podium di Jerez bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun seperti yang selalu terjadi di Moto3, segalanya akan ditentukan dalam hitungan detik—dan dalam keberanian untuk tetap agresif tanpa kehilangan kontrol.
Jerez akan menjadi ujian berikutnya. Dan bagi Veda, itu bukan sekadar balapan, melainkan langkah penting dalam perjalanan menuju level yang lebih tinggi di dunia balap motor internasional.





