FAJAR, TEHERAN—Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Selat Hormuz telah terbuka menyusul kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di Lebanon.
sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran akan segera tercapai, meskipun waktunya masih belum jelas.
Araqchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Selat tersebut terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS antara pasukan Israel dan Hizbullah yang didukung Iran yang disepakati pada hari Kamis antara Israel dan Lebanon.
Ia mengatakan bahwa jalur pelayaran kapal harus mengikuti rute yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.
Konflik AS-Israel dengan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah menewaskan ribuan orang dan menggoyahkan Timur Tengah.
Konflik tersebut juga secara efektif menutup Selat Hormuz, yang biasanya dilalui seperlima minyak dan gas alam cair dunia, mengancam terjadinya guncangan minyak terburuk dalam sejarah.
Harga minyak turun sekitar 9 persen setelah unggahan Araqchi.
Dana Moneter Internasional (IMF) pekan ini menurunkan perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan bahwa ekonomi global berisiko mengalami resesi jika konflik berkepanjangan.
Tak lama setelah pernyataan Araqchi, Trump mengunggah di Truth Social: “IRAN BARU SAJA MENGUMUMKAN BAHWA SELAT IRAN SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP DILALUI.”
Namun, Trump mengatakan blokade militer AS terhadap kapal-kapal yang berlayar melalui Selat menuju pelabuhan Iran tetap berlaku.
Ia mengatakan blokade tersebut akan tetap berlaku penuh hingga “transaksi kita dengan Iran 100 persen selesai”, yang menurutnya akan terjadi dengan sangat cepat mengingat sebagian besar poin telah dinegosiasikan. (amr)





