Pengumuman tersebut meredakan kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan global yang sebelumnya memicu lonjakan inflasi.
IDXChannel - Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Jumat (17/4/2026) setelah Selat Hormuz dibuka sementara untuk semua kapal.
Pengumuman tersebut meredakan kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan global yang sebelumnya memicu lonjakan inflasi.
Melansir Investing, penurunan harga terjadi signifikan, dengan kontrak berjangka Brent acuan global anjlok 10,1 persen ke level USD89,36 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) anjlok 11,2 persen ke posisi USD84,17 per barel.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan, jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka selama periode gencatan senjata.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Presiden AS Donald Trump yang menyambut baik keputusan itu sebagai sinyal positif bagi stabilitas di kawasan.
Pembukaan jalur strategis ini menjadi faktor kunci meredanya tekanan di pasar energi. Selat Hormuz selama ini merupakan chokepoint vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Sebelumnya, penutupan jalur tersebut sempat mengganggu hingga 13 juta barel per hari, menurut analis. Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi laporan media yang menyebutkan Washington tengah mempertimbangkan kesepakatan senilai USD20 miliar dengan Teheran, berupa skema pertukaran dana beku dengan penghentian pengayaan uranium Iran.
Sebelumnya, konflik yang melibatkan serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sebelumnya sempat mendorong harga minyak melonjak hingga USD120 per barel, jauh di atas level pra-konflik sekitar USD70.
(DESI ANGRIANI)





