Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (16/4), didorong sentimen positif dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang meredakan sebagian kekhawatiran geopolitik global.
Mengutip Reuters pada Jumat (17/4), di pasar saham ketiga indeks utama kompak menguat. Dow Jones Industrial Average naik 115 poin atau 0,2 persen ke level 48.578,72. S&P 500 menguat 18,33 poin atau 0,3 persen menjadi 7.041,28, sementara Nasdaq Composite naik 86,69 poin atau 0,4 persen ke 24.102,70.
S&P 500 dan Nasdaq bahkan kembali mencetak rekor penutupan tertinggi untuk dua hari berturut-turut. Nasdaq memperpanjang reli menjadi 12 sesi beruntun, yang merupakan kenaikan terpanjang sejak Juli 2009.
Penguatan dipimpin sektor energi yang naik 1,6 persen, seiring lonjakan harga minyak dunia. Minyak mentah AS naik 3,7 persen menjadi USD94,69 per barel, sedangkan Brent melonjak 4,7 persen ke USD 99,39 per barel.
"Perang masih menjadi pendorong terpenting pasar. Akan sangat tidak biasa jika kita menembus level tertinggi sepanjang masa seperti yang kita lakukan kemarin dan tidak terhenti di sini dan mungkin kembali menguji ulang," ujar Robert Phipps dari Per Stirling Capital Management.
"Karet gelang itu sangat meregang ke bawah. Sekarang sudah kembali ke bentuk semula dan tidak lagi meregang ke bawah," sambungnya.
Dari sisi global, indeks MSCI naik 0,3 persen menjadi 1.064,19 setelah sempat menyentuh rekor intraday di 1.065,59. Sementara indeks STOXX 600 Eropa turun tipis 0,05 persen.
Di sektor korporasi, saham PepsiCo naik 2,3 persen setelah mencatat laba di atas ekspektasi. Sebaliknya, Abbott Laboratories, Charles Schwab, dan Travelers melemah usai laporan keuangan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata selama 10 hari. Dia juga menyebut peluang pertemuan lanjutan antara AS dan Iran dalam waktu dekat.
Meski begitu, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Aktivitas di Selat Hormuz masih terganggu. Kondisi ini menjadi kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.





