Penulis: Azizah
TVRINews, Makassar
Komoditas minyak goreng rakyat merek Minyak Kita sempat dilaporkan langka di sejumlah pasar di Makassar. Selain sulit ditemukan, harganya juga sempat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi kondisi tersebut, Perum Bulog melalui Kantor Cabang Makassar mengambil langkah cepat dengan menggandeng mitra distribusi di Pasar Pabaeng-baeng untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.
Sebelumnya, harga Minyak Kita dilaporkan sempat mencapai sekitar Rp20.000 per liter, jauh di atas HET sebesar Rp15.700 per liter.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Makassar, Arfendi Iskandar Putra, memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan minyak goreng tersebut. Saat ini, Bulog Makassar memiliki cadangan sebanyak 50 ribu liter yang siap digunakan untuk intervensi pasar.
“Kami memang sempat menerima laporan terkait kelangkaan, namun stok saat ini tersedia sekitar 50 ribu liter dan cukup untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan di pasaran,”ujar Arfendi.
Ia menjelaskan, kelangkaan yang sempat terjadi dipicu oleh keterlambatan distribusi selama kurang lebih satu minggu. Selain itu, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter kepada masyarakat, yang turut memengaruhi distribusi.
Meski demikian, kondisi tersebut kini telah berangsur normal dan pasokan Minyak Kita kembali lancar di pasaran.
Salah seorang warga, Anti Purwati, mengaku sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng tersebut dengan harga yang tinggi. Namun saat ini, ketersediaan sudah membaik dan harga mulai terjangkau.
“Dulu susah didapat dan harganya sampai Rp20 ribu, sekarang sudah lebih mudah dan harganya juga lebih murah,”ungkap Anti.
Dengan distribusi yang kembali normal, Bulog berharap ketersediaan Minyak Kita di berbagai pasar tetap terjaga dan tidak terjadi lagi kelangkaan di kemudian hari.
Editor: Redaksi TVRINews





