Perusahaan kelapa sawit asal London, AEP Plantations Plc tengah menjajaki rencana untuk membawa anak usahanya PT AEP Nusantara Plantations Tbk untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui initial public offering (IPO).
Berdasarkan keterbukaan informasi London Stock Exchange, AEP Nusantara diperkirakan akan menerbitkan sekitar 15% saham baru dalam aksi itu. Angka itu sejalan dengan ketentuan minimum free float.
Dana hasil penawaran umum nantinya akan digunakan untuk mendukung ekspansi perseroan, khususnya melalui belanja modal seperti pengembangan infrastruktur PT KAP dan pembangunan pabrik kelapa sawit baru.
“IPO yang diusulkan akan selesai pada pertengahan 2026, dengan persetujuan dari otoritas regulasi, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI,” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/4).
AEP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kepemilikan, operasional, dan pengembangan produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia dan Malaysia. PT AEP Nusantara Plantations Tbk sebelumnya bernama PT Sawit Graha Manunggal.
AEP Nusa bersama entitas anaknya, PT Kahayan Agro Plantation (KAP), mengelola aset perkebunan dan fasilitas pengolahan Grup yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Kedua entitas ini memiliki total area tanam inti sekitar 19.000 hektare dan menjadi platform utama ekspansi Grup di wilayah Kalimantan.
Dewan direksi perusahaan menilai pencatatan saham di Indonesia akan menjadi langkah strategis untuk mendukung ekspansi perkebunan secara lebih efisien dari sisi pendanaan. Selain itu, aksi ini juga diharapkan dapat menyelaraskan struktur bisnis AEP Nusa dengan basis operasionalnya dan memperluas jangkauan investor.
“Untuk mendukung ekspansi di masa depan tanpa batasan ukuran regulasi di Kalimantan, keterlibatan investor, dan strategi pertumbuhan yang lebih luas di Indonesia, Grup juga telah mendirikan kantor perwakilan di Jakarta,” tulis pengumuman itu.




