PB HMI Minta Publik Kedepankan Rasionalitas Sikapi Polemik Jusuf Kalla

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) angkat bicara mengenai dinamika publik terkait pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla mengenai isu keagamaan yang berujung pada ranah hukum. PB HMI menekankan pentingnya menjaga kejernihan nalar publik dan prinsip tabayyun agar polemik ini tidak mencederai kohesi sosial.

​Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menyatakan bahwa pernyataan Jusuf Kalla harus dilihat secara utuh dan proporsional. Menurutnya, rekam jejak JK dalam resolusi konflik di Indonesia seharusnya menjadi pertimbangan dalam menafsirkan narasinya.

Baca Juga :
Tausiah Lengkap Jusuf Kalla yang Dituding Lecehkan Ajaran Kristen
Cek Fakta: Jusuf Kalla Menistakan Ajaran Kristen?

​"Pemisahan antara teks, konteks, dan interpretasi merupakan prasyarat utama dalam membaca sebuah pernyataan secara adil. Reduksi terhadap narasi tersebut berpotensi melahirkan penyimpangan makna yang memperkeruh ruang publik," ujar Bagas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Jumat, 17 April 2026.

​Ada enam poin utama yang ditekankan oleh PB HMI. Salah satunya adalah kritik terhadap kecenderungan simplifikasi dalam isu lintas agama. Bagas menilai, isu teologis tidak bisa ditarik ke penilaian "hitam-putih" karena rentan terhadap kesalahan representasi jika ditafsirkan di luar kerangka internal keyakinan tersebut.

​Lebih lanjut, PB HMI mengingatkan agar instrumen hukum digunakan secara objektif dan tidak menjadi alat eskalasi konflik identitas. Bagas mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog deliberatif guna menjaga "simpul kebangsaan".

​"Kita memiliki tanggung jawab moral untuk tidak memperkeruh situasi melalui interpretasi yang tergesa-gesa. Kondisi sosial harus dirawat melalui kedewasaan berpikir dan etika berkomunikasi," pungkasnya.

Diketahui, Polemik pernyataan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) berbuntut panjang. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik resmi melaporkan JK ke SPKT Polda Metro Jaya, Minggu malam, 12 April 2026.

Laporan tersebut dilayangkan karena pernyataan dalam ceramah yang beredar luas di media sosial dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menyebut pihaknya datang ke Polda Metro Jaya mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat. Sebelumnya, mereka menggelar pertemuan di Sekretariat GAMKI di Jalan Cirebon untuk menyikapi polemik tersebut.

Baca Juga :
Geger! Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Ceramah
Waketum PAN Minta JK Sampaikan Saran dan Kritik Langsung ke Prabowo
Golkar Sebut Pernyataan Jusuf Kalla soal 'Potensi Chaos' Harus Disikapi Hati-hati Demi Jaga Stabilitas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bappenas Dorong Jawa Timur Capai Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6 Persen untuk Perkuat Pembangunan Inklusif
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Menkum Supratman Respons Paspoortgate Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda: RUU Kewarganegaraan Sedang Dibahas, Selesai Tahun Ini
• 1 jam lalubola.com
thumb
WMUU Gelar Rights Issue, Bidik Dana hingga Rp600,46 Miliar
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Bertemu Direksi PT KAI, Gubernur Fakhiri Bakal Hadirkan Kereta Api di Papua
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Komdigi Ultimatum Wikimedia, Editor Wikipedia Terancam Diblokir
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.