Menteri PU: Perbaikan Jalan Lubang di Pantura Sisa 2 Persen

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Dody Hanggodo pastikan jalur nasional siap beroperasi penuh untuk kenyamanan pengguna jalan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hampir tuntas sepenuhnya. Hingga saat ini, pengerjaan hanya menyisakan sekitar 1 hingga 2 persen dari total target perbaikan.

Upaya percepatan ini dilakukan guna menjamin kelancaran lalu lintas serta keselamatan para pengguna jalan di salah satu jalur nasional tersibuk di Indonesia tersebut.

“Kalau jalan berlubang di Pantura Insya Allah sudah, sisa sekitar 1 persen atau 2 persen,” ujar Dody di Kementerian PU, Jakarta, dikutip Jumat, 17 April 2026.

Penyebab Kerusakan: ODOL dan Cuaca

Dody menjelaskan bahwa kerusakan jalan di jalur Pantura mayoritas dipicu oleh dua faktor utama. Pertama adalah kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension and over load (ODOL). Bobot kendaraan yang melampaui kapasitas jalan mempercepat laju kerusakan aspal secara signifikan.

Faktor kedua adalah faktor alam, yakni intensitas curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah. Air hujan yang menggenang di permukaan aspal sering kali menjadi penyebab munculnya lubang-lubang baru.

“Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL. Itu yang membuat jalan rusak,” tegasnya.

Pengawasan Rutin oleh Penilik Jalan

Untuk menjaga kualitas jalan nasional, Kementerian PU mengerahkan petugas lapangan atau penilik jalan yang melakukan pemantauan secara rutin. Setiap penilik jalan bertanggung jawab mengawasi ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer setiap harinya.

Pengecekan harian ini bertujuan agar setiap kerusakan kecil yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

Prioritas Keselamatan Pemotor

Selain fokus pada jalan berlubang, Menteri Dody juga menaruh perhatian serius pada kondisi jembatan, khususnya pada bagian sambungan atau expansion joint. Ia menilai, sambungan jembatan yang mulai melebar sangat berisiko bagi pengendara roda dua.

“Jembatan-jembatan itu expansion joint-nya sebagian sudah melebar. Mungkin bagi mobil hanya terasa ketidaknyamanan, tapi kalau motor lewat situ bahaya, bisa jatuh,” jelas Dody.

Sebagai langkah konkret, Kementerian PU telah menginstruksikan seluruh balai jalan untuk memprioritaskan perbaikan sambungan jembatan tersebut.

“Ke depan saya mau jalan nasional itu aman juga untuk sepeda motor. Standarnya kita naikkan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jembatan di Ciracas Jaktim Ambles, Diduga akibat Erosi Turap Sungai
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Street Feeding
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tak Perlu ke Ibu Kota, Makassar Jadi Gerbang Akses Pemeriksaan Kesehatan di Indonesia Timur
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Mobil Tertabrak Kereta, Mantan Kiper Arsenal Meninggal
• 18 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Iran Buka Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Israel-Lebanon
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.