Jakarta, VIVA – Ketersediaan layanan kesehatan yang merata masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kawasan timur. Selama ini, masyarakat kerap dihadapkan pada keterbatasan akses terhadap pemeriksaan lanjutan, sehingga harus melakukan rujukan ke kota besar atau bahkan ke luar negeri.
Kondisi tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menambah beban biaya dan psikologis bagi pasien.
Kini, perubahan mulai terlihat seiring berkembangnya fasilitas kesehatan di daerah. Kehadiran laboratorium berstandar internasional bagi masyarakat Makassar dan Indonesia bagian timur menjadi salah satu langkah penting dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Dengan dukungan standar laboratorium internasional dari Singapura yang kini telah beroperasi di Ratulangi Medical Center, dengan tujuan memperluas akses terhadap layanan diagnostik yang lebih canggih, cepat, dan akurat, masyarakat memiliki alternatif layanan yang lebih dekat dan efisien.
Langkah ini dinilai relevan dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia bagian timur, di mana akses terhadap pemeriksaan lanjutan seringkali masih terbatas. Masyarakat kini tidak lagi harus bergantung pada rujukan ke kota besar seperti Jakarta atau bahkan ke luar negeri untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih advance.
Kehadiran layanan diagnostik yang lebih dekat diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dari sisi operasional, penerapan standar yang konsisten menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kualitas layanan.
Yosua Gunawan, Chief Operating Officer Innoquest Indonesia, menjelaskan bahwa seluruh sistem dan proses yang diterapkan di RMC telah diselaraskan dengan standar regional Innoquest.
“Kami memastikan bahwa seluruh proses laboratorium di RMC berjalan dengan standar yang sama seperti jaringan Innoquest di regional. Mulai dari sistem, workflow, hingga quality control, semuanya kami siapkan untuk menghasilkan diagnosis yang cepat, akurat, dan konsisten. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan tenaga medis dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada pasien," kata Yosua Gunawan.
Standarisasi ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi dapat dihadirkan secara merata di berbagai wilayah Indonesia.





