Penulis: Mia
TVRINews, Pangkalpinang
Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pangkalpinang resmi memasuki babak baru dengan aktifnya 18 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program strategis ini menyasar puluhan ribu penerima manfaat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berdasarkan data operasional, sebanyak 43 ribu warga Pangkalpinang telah tercatat sebagai penerima manfaat yang mendapatkan distribusi makanan bergizi secara rutin. Distribusi ini didukung oleh infrastruktur dapur SPPG yang tersebar di berbagai titik strategis untuk memastikan jangkauan layanan yang merata.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, memberikan pandangannya terkait dampak ekonomi dari program masif ini. Ia menekankan bahwa perputaran uang dalam program ini sangat besar dan harus dikelola secara akuntabel.
"Dari data yang kita peroleh, untuk di Pangkalpinang saja ada 18 SPPG. Artinya, perputaran uang per harinya itu bisa mencapai 800-an juta. Jadi kalau satu bulan itu bisa di atas 20-an miliar perputarannya," ujar Eko Wijaya selaku Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Program ini tidak hanya fokus pada aspek pemenuhan gizi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak pengganda bagi ekonomi lokal. Dengan kebutuhan bahan baku yang besar setiap harinya, rantai pasok pangan dari petani dan peternak lokal di sekitar Pangkalpinang diharapkan dapat terserap maksimal guna mendukung keberlanjutan program.
Pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap standar mutu makanan dan proses distribusi di setiap dapur SPPG agar manfaat program dapat diterima dengan kualitas terbaik oleh masyarakat.
Mia / Viyo / Reno
Editor: Redaksi TVRINews





