jpnn.com - Peneliti Senior Citra Institute Efriza memberikan penilaian kritis terhadap kinerja para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang kini santer dikabarkan masuk radar reshuffle.
Jika harus dituangkan dalam angka, Efriza menyebut rapor rata-rata menteri di kabinet masih jauh dari kata memuaskan.
BACA JUGA: Efriza Ungkap 4 Alasan Prabowo Perlu Reshuffle Kabinet, Singgung Pengaruh Jokowi
Menurut Efriza, kinerja para menteri tersebut saat ini hanya berada di kisaran angka 6 hingga 7 dari skala 10. Angka ini mencerminkan kondisi kabinet yang masih "setengah matang".
"Artinya, kinerja mereka memang belum bisa dikatakan gagal total atau buruk, tetapi tidak optimal. Belum ada akselerasi yang kuat sesuai ekspektasi publik dan ambisi besar Presiden Prabowo," ujar Efriza kepada JPNN.com, Jumat (17/4).
BACA JUGA: Guru Honorer di Kuningan Tercatat sebagai Pembeli Mobil Ferrari, Faktanya Mengejutkan
Efriza membeberkan, meski ada beberapa menteri yang mulai menunjukkan progres dan adaptif, namun mayoritas masih terjebak dalam proses administrasi.
"Banyak yang masih dalam tahap konsolidasi. Bahkan, terkesan belum mampu menerjemahkan visi politik Presiden ke dalam kebijakan yang konkret dan berdampak luas bagi rakyat," tegasnya.
BACA JUGA: Begini Cerita Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terjerat Korupsi Tambang Nikel, Hmmm
Tak hanya soal kompetensi, Efriza lagi-lagi menyentil isu sensitif terkait kesetiaan para pembantu presiden.
Ia melihat ada ganjalan psikologis yang membuat mesin kabinet tidak berlari kencang.
"Masih ada menteri yang loyalitasnya diragukan penuh kepada Presiden Prabowo. Ini yang berbahaya," cetus pengamat politik ini.
Efriza menilai, jika nantinya Prabowo benar-benar melakukan reshuffle, langkah itu harus dimaknai sebagai upaya "servis besar" untuk meningkatkan performa tim, bukan sekadar membuang orang.
"Reshuffle ini nantinya bersifat korektif. Tujuannya meningkatkan performa tim agar lebih sinkron dengan keinginan Presiden, bukan semata karena kegagalan total para menterinya," pungkas Efriza.(mcr8/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra




