REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa penyebab utama dari maraknya kecelakaan kendaraan niaga di Indonesia adalah faktor manusia dan kelalaian dalam perawatan kendaraan. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat.
Menurut Senior Investigator Ahmad Wildan, faktor manusia masih mendominasi penyebab terjadinya kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional yang kurang optimal turut berperan dalam insiden tersebut.
Pihak produsen dan perusahaan diharapkan lebih tegas dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan kendaraan secara berkala. Training Division Head HMSI, Pieter Andre, menambahkan bahwa pengemudi memegang peran penting dalam keselamatan berkendara. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi pengemudi kendaraan niaga perlu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesadaran akan keselamatan.
Pieter Andre juga menjelaskan bahwa manajemen perawatan kendaraan yang baik sangat penting untuk memastikan kendaraan selalu dalam kondisi laik jalan dan fitur keselamatan berfungsi optimal. Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, menekankan pentingnya seleksi ketat dalam perekrutan pengemudi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kolaborasi antara Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), regulator, dan operator menjadi kunci sukses dalam mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga di Indonesia. Bayu Permana menambahkan bahwa pihaknya telah meningkatkan standar perawatan sesuai dengan standar ATPM, termasuk prosedur bengkel dan kompetensi mekanik.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.