Diam-diam China Mau Dominasi Truk Listrik Dunia

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

China, VIVA - Industri kendaraan niaga berat mulai memasuki fase perubahan besar. Jika selama ini truk diesel identik sebagai tulang punggung logistik, kini perannya mulai ditantang oleh teknologi elektrifikasi yang semakin matang, terutama di China.

Ketua Sany Truck, Liang Linhe, menyebut bahwa truk berat di negaranya berpotensi beralih hampir sepenuhnya ke tenaga listrik. Perubahan ini bukan sekadar wacana, melainkan dinilai realistis seiring perhitungan ekonomi yang semakin menguntungkan.

Baca Juga :
China 'Senggol' Pakta Pertahanan Indonesia-AS, Soroti Proposal Izin Lintas Udara
Penuhi Standar Mutu Internasional Jasa Klasifikasi & Statutoria, BKI Raih SoC to IACS QSCS

Menurut Liang, faktor biaya menjadi penentu utama. Truk pada dasarnya adalah alat produksi, sehingga efisiensi operasional menjadi kunci. Ketika biaya operasional kendaraan listrik lebih rendah dibanding diesel, maka pergeseran pasar akan terjadi secara alami.

Dampaknya tidak main-main. Jika elektrifikasi truk berat terealisasi secara luas, konsumsi minyak di sektor transportasi jalan bisa dipangkas hingga 50 persen. Angka ini signifikan, mengingat truk diesel saat ini menyumbang sekitar separuh penggunaan diesel dan produk minyak bumi di sektor tersebut.

Selain konsumsi bahan bakar, isu emisi juga menjadi sorotan. Satu unit truk diesel berat disebut dapat menghasilkan emisi karbon setara dengan sekitar 100 mobil bensin. Artinya, peralihan ke listrik bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga langkah besar dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Langkah ini juga berkaitan erat dengan strategi energi nasional. China masih bergantung pada impor minyak, dengan sekitar 42 persen pasokan berasal dari kawasan Teluk. Di sisi lain, sektor transportasi menyerap hampir setengah dari total konsumsi minyak negara tersebut.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk potensi gangguan distribusi minyak dunia, elektrifikasi transportasi menjadi langkah mitigasi yang logis. Ketika ketergantungan terhadap bahan bakar fosil berkurang, risiko terhadap fluktuasi harga energi juga bisa ditekan.

Pandangan serupa disampaikan ekonom dari China National Petroleum Corporation, Zhang Pengcheng. Ia menilai kendaraan energi baru akan menjadi tulang punggung transportasi dalam satu dekade ke depan.

Dalam proyeksinya, listrik bisa menyumbang hampir separuh kebutuhan energi sektor transportasi jalan. Ini sekaligus menggerus dominasi bahan bakar minyak yang selama ini menjadi andalan utama.

Baca Juga :
Taiwan Mendekat, China Siapkan 'Lem Perekat'
Peringatkan AS, Iran Sebut Blokade Selat Hormuz Bisa Picu Bahaya Besar
Iran Diduga Pakai Satelit China Targetkan Pangkalan Militer AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xiaomi Luncurkan Redmi Book 14 dan 16 2026 dengan Prosesor Intel Core Ultra 5 dan Fitur Canggih
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Blokade Laut AS Paksa 21 Kapal Putar Balik di Sekitar Selat Hormuz
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kendaraan Listrik Kini Tak Bebas Pajak, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Insentif
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Kapal Pertamina Siap Melintas Usai Iran Buka Selat Hormuz
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
BPKN dan KPAI Kecam Iklan AMDK Gunakan Foto Balita karena Dinilai Menyesatkan
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.