Jakarta, tvOnenews.com - Kabar baik tampaknya akan menghiasi Indonesia di tengah ancaman krisis bahan bakar minyak (BBM) yang tengah mengahntui Tanah Air di tengah terbatasnya akses Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Dilansir dari Antara, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan otoritasnya menjamin keamanan perdagangan global khsususnya perlintasan energi di tengah konflik yang mulai mereda.
Saeed menegaskan Selat Hormuz secara historis tetap terbuka dan bisa diakses, meskipun terletak dalam teritori Iran.
Kendati, kata Saeed, peraturan baru akan berlaku bagi kapal pelintas Selat Hormuz mengingat pertimbangan keamanan dan masalah lingkungan.
Iran mengungkap jika ketidakstabilan ekonomi global belakangan ini dipicu sikap AS-Israel yang memulai konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, Iran secara tegas menolak gencatan senjata sementara usai AS-Israel memborbardir wilayahnya dalam beberapa waktu terakhir.
Saeed mengaku kubunya hanya mberupaya mengakhiri konflik di Timur Tengah secara keseluruhan.
“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara,” kata Saeed dilansir pada Jumat (17/4/2026).
Saat ini, Pakistan tengah menjadi tuan rumah negosiasi antara Iran-AS yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan pasca serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari 2026 lalu.
Namun, kubu Iran tengah berupaya mengakhiri konflik secara keseluruhan dengan mensinyalir mediasi di Pakistan tengah berupaya merealisasikan hal tersebut.
“Harus berakhir untuk selamanya," tegas Saeed.(ant/raa)




