tvOnenews.com - Aksi “monster block” dari putri Solo, Shindy Sasgia, menjadi momen yang langsung membakar atmosfer pertandingan.
Dalam laga panas final four Proliga 2026, pemain milik Jakarta Pertamina Enduro itu tampil sebagai tembok kokoh yang sulit ditembus, sekaligus simbol dominasi timnya atas Jakarta Popsivo Polwan.
Bukan sekadar satu aksi, blok demi blok yang dilakukan Shindy menjadi titik balik psikologis dalam pertandingan.
Di tengah tekanan dan intensitas tinggi, kontribusinya memperlihatkan bagaimana kerja keras, fokus, dan mental pantang menyerah bisa menjelma menjadi keunggulan nyata di lapangan.
Kemenangan ini pun terasa lebih dari sekadar angka, melainkan langkah besar menuju Grand Final.
Monster Block Shindy Sasgia: Senjata Rahasia JPE yang Viral
Melansir unggahan resmi JPE Volley di Instagram, aksi Shindy langsung mencuri perhatian publik. Dalam unggahan tersebut tertulis:
“Monster block dari putri Solo Shindy Sasgia @shindysasgiadyl_11 yang minje tunggu-tunggu ??❤️?”
Respons netizen pun membanjiri kolom komentar dengan antusiasme tinggi.
Beberapa di antaranya menyebut, “Shindy keren bgt sejak pertandingan di Solo.”
"Middle blocker keren Shindy Sasgia", hingga “Shindy makin hari block nya ngeri banget”.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: peran middle blocker seperti Shindy sering kali luput dari sorotan, padahal kontribusinya sangat krusial.
- instagram JPEVolley
Dalam pertandingan ini, blok yang disiplin bukan hanya menghentikan serangan, tetapi juga mematikan momentum lawan.
Jika dibandingkan, efektivitas blok JPE jauh lebih solid dibandingkan Popsivo. Ini menjadi pembeda utama yang membuat alur permainan terus berpihak pada Jakarta Pertamina Enduro.
Dominasi Tanpa Ampun: JPE Tak Beri Kesempatan Popsivo
Secara keseluruhan, Jakarta Pertamina Enduro tampil dominan sepanjang laga. Mereka berhasil menang telak tiga set langsung dengan skor 25-16, 25-14, dan 25-16 dalam pertandingan yang berlangsung di Semarang, Jumat (17/4/2026).
Sejak set pertama, JPE langsung menunjukkan kontrol permainan. Smash keras yang dilancarkan para pemain, termasuk Megawati Hangestri Pertiwi, membuat lini pertahanan Popsivo kewalahan.




