KNKT Targetkan Laporan Penyebab Jatuhnya Helikopter PK-CFX Rampung 30 Hari

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal (preliminary report) mengenai peristiwa kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), akan dirilis dalam waktu 30 hari sejak insiden terjadi. Laporan itu meliputi berbagai data faktual yang ditemukan tim KNKT.

"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, dilansir Antara, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Helikopter Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Jatuh di Kalbar

Dia mengatakan laporan awal tersebut akan memuat data faktual hasil investigasi di lapangan, mulai dari kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan. Ia menegaskan hingga saat ini KNKT belum dapat memastikan penyebab jatuhnya helikopter tersebut, karena proses investigasi masih berlangsung dan memerlukan analisis lebih lanjut.

"Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis," tuturnya.

Dian menjelaskan helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan, seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) sebagaimana pesawat komersial. Sebagai pengganti, KNKT mengandalkan engine data recorder untuk mengumpulkan informasi terkait performa mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin sebelum kejadian.

Selain itu, tim investigasi juga mengumpulkan berbagai data tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera yang dapat membantu proses rekonstruksi peristiwa.

Seluruh data yang dihimpun nantinya dianalisis secara komprehensif, termasuk dengan melibatkan pihak manufaktur helikopter di Prancis guna memastikan akurasi temuan teknis.

Baca juga: 1 WN Malaysia Jadi Korban Tewas Helikopter Jatuh di Kalbar

KNKT menyebutkan laporan akhir (final report) yang memuat penyebab kecelakaan serta faktor-faktor yang berkontribusi diperkirakan baru dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan.

"Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," katanya.

Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri atas dua kru dan enam penumpang, yakni pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.




(fca/fca)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Penegakan Hukum dan Pers, Iwakum dan Peradi Resmi Berkolaborasi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Jaya ungkap kronologi pembunuhan wanita di Tangsel
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
PGEO Kebut Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4, Tambah Kapasitas 55 MW
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Gencatan Senjata 10 Hari di Lebanon Efektif Berlaku, Ribuan Penduduk Pilih Pulang dari Pengungsian
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Lawan PSBS Biak, Rayhan Hannan Tegaskan Persija Tak Mau Terlena
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.