Jakarta, VIVA – Pendiri Microsoft sekaligus miliarder dunia, Bill Gates, terkenal sebagai sosok yang vokal dan memiliki pandangan yang kuat terhadap bisnis maupun investasi. Fakta menarik yang belum banyak orang tahu, Gates ternyata memiliki perspektif unik dalam dunia kerja karena lebih memilih mempekerjakan pemalas.
Pernyataan Gates bukan tanpa alasan. Filantropis ini menilai orang malas bekerja justru mampu menemukan cara paling efisien untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit.
"Saya memilih orang malas untuk melakukan pekerjaan berat karena orang malas akan menemukan cara mudah untuk melakukannya,” ungkap Gates dikutip dari AS USA pada Jumat, 17 April 2026.
Kemalasan yang dimaksud Gates bukanlah sikap tidak peduli atau kurang komitmen. Sebaliknya, ia melihat perilaku para pemalas sebagai dorongan untuk menghindari pekerjaan yang tidak perlu dan berulang.
- U-Report
Dalam pandangannya, orang yang dianggap malas biasanya memiliki kecenderungan untuk menyederhanakan proses kerja. Mereka mencari cara tercepat dan paling efektif untuk menyelesaikan tugas, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Pendekatan ini sekaligus menjadi kritik terhadap budaya kerja yang selama ini terlalu menekankan jam kerja panjang dan produktivitas semu. Gates menegaskan, bekerja lebih lama tidak selalu berarti bekerja lebih baik tetapi yang penting adalah efisiensi dalam bekerja.
"Tujuannya bukanlah untuk bekerja lebih banyak, tetapi untuk bekerja lebih baik,” tegas Gates.
Pandangan ini dianggap relevan di tengah dunia bisnis modern yang semakin menuntut inovasi. Alih-alih mengandalkan kerja keras tanpa arah, perusahaan kini dituntut untuk menciptakan sistem kerja yang lebih cerdas dan efisien.
Dengan cara pandang ini, orang dengan kekayaan bersih mencapai US$104,3 miliar ini menunjukkan bahwa produktivitas tidak selalu berasal dari kerja tanpa henti. Namun, pelaku usaha justru harus menyederhanakan proses dan menghilangkan hal-hal yang tidak perlu dilakukan para tenaga kerja.





