Pengamat Ubedilah Soal Laporan Ujaran Kebencian ke Prabowo-Gibran: Memperburuk Demokrasi

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai, laporan dugaan ujaran kebencian yang dilayangkan padanya dapat memperburuk demokrasi di Indonesia.

Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya dalam podcast Forum Keadilan di YouTube yang menyinggung Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Menurut dia, laporan ini adalah bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Sebab, ucapannya disampaikan dalam bentuk produk jurnalistik.

Baca juga: Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polisi soal Podcast Bahas Prabowo-Gibran

“Laporan ke kepolisian semacam itu memperburuk kualitas dan indeks demokrasi Indonesia. kata Ubed kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2026) malam.

Dia juga membantah ucapan yang dipermasalahkan pelapor sebagai ujaran kebencian.

Menurut dia, kritik yang ia sampaikan soal Prabowo-Gibran berbasis data dan keilmuwan yang dimilikinya.

“Tidak ada ujaran kebencian sama sekali, itu hak berpendapat saya yang dijamin konstitusi,” ujar dia.

Dia juga baru mengetahui laporan ini dari pemberitaan media massa. Dia belum menerima panggilan apapun dari kepolisian terkait laporan ini.

Diketahui, Ubedilah dilaporkan Koordinator Garda Pemuda Nusantara, Rangga Kurnia Septian dengan dugaan ujaran kebencian, Senin (13/4/2026).

Pelapor menilai, video podcast dari Forum Keadilan TV yang mengundang Ubed sebagai pembicara dapat mengganggu ketertiban umum.

Baca juga: Saiful Mujani Dituduh Makar Gulingkan Prabowo, Pakar Hukum: Tafsiran Lebay

Diketahui, pernyataan tersebut disampaikan Ubedillah dalam podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV berjudul "Ubedillah Badrun: Prabowo Gibran Beban Bangsa Indonesia".

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam video itu, ia menyebut Prabowo-Gibran adalah beban bagi bangsa Indonesia. Ubedilah menilai, pemerintah saat ini harus segera mengakhiri kekuasaannya.

"Secara argumentatif saya meyakini bahwa Prabowo-Gibran adalah beban buat bangsa ini," kata Ubedilah dalam podcast tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Antarlini Arema FC Vs Persis di BRI Super League: Waspadai Ledakan Mesin Gol Tuan Rumah
• 7 jam lalubola.com
thumb
Komisi II DPR RI Minta Maaf, Pilih Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman RI
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Daya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
570 Kapal Diburu, Selat Hormuz Lumpuh! Iran Kehilangan Kendali, AS Kuasai Permainan
• 2 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.