Prospek Cerah Pasar Mobil PHEV, Konsumen Premium Mulai Beralih

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Segmen mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) diperkirakan memiliki peluang pertumbuhan besar di pasar Indonesia, seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi.

Pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menuturkan, kendaraan PHEV menempati ceruk tersendiri di pasar domestik. Hal ini didukung potensi peralihan konsumen kelas premium yang umumnya menggunakan bahan bakar nonsubsidi yang harganya terus bergerak naik mengikuti dinamika pasar energi global.

Dia menilai walaupun banderol kendaraan PHEV masih relatif tinggi, model tersebut menawarkan fleksibilitas bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

"Proyeksi pasar PHEV di 2026 tetap tumbuh stabil, terutama karena teknologi ini dianggap sebagai jembatan paling ideal," ujar Yannes kepada Bisnis, dikutip Jumat (17/4/2026).

Kinerja pasar PHEV juga menunjukkan peningkatan tajam. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil PHEV pada kuartal I/2026 mencapai 1.510 unit, melonjak dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya sebanyak 50 unit.

Yannes menjelaskan, kehadiran model-model PHEV asal China pada rentang harga Rp400 juta hingga Rp600 juta mulai memengaruhi preferensi pembeli. Konsumen mobil premium kini menilai PHEV sebagai pilihan yang tetap menjaga citra eksklusif. Namun, lebih efisien secara biaya di tengah gejolak harga energi global.

Baca Juga

  • Daftar Mobil PHEV Terlaris Januari 2026, Chery Tiggo 8 CSH Juara
  • Chery & Jaecoo Mendominasi Pasar Mobil PHEV per Oktober 2025
  • Ini Perbedaan Mobil Listrik BEV, HEV, PHEV, FCEV

"Penjualan PHEV diperkirakan terus meningkat di kalangan konsumen menengah atas yang membutuhkan efisiensi bahan bakar serta pembaruan teknologi. Di sisi lain, karakter PHEV yang masih mengandalkan mesin konvensional juga dinilai mampu menjaga kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh," jelasnya.

Mobil PHEV merupakan kendaraan yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik berkapasitas baterai lebih besar. Berbeda dengan hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal selain melalui sistem regeneratif dari mesin.

Sistem kerja PHEV memungkinkan kendaraan digunakan dalam tiga mode berkendara. Pertama, mode listrik penuh yang mengandalkan motor listrik untuk jarak pendek. Kedua, mode kombinasi antara mesin bakar dan motor listrik guna meningkatkan efisiensi. Ketiga, mode mesin bakar penuh saat baterai menurun atau diperlukan tenaga tambahan.

Strategi Pabrikan Genjot PHEV

Produsen otomotif asal China, Wuling Motors tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat pasar PHEV, salah satunya melalui peluncuran model baru dalam waktu dekat.

Senior Brand Communication Manager Wuling Motors Brian Gomgom menyampaikan, perseroan memandang pasar PHEV memiliki potensi besar karena dapat menjadi tahap transisi ideal bagi konsumen yang masih ragu beralih langsung ke kendaraan listrik murni.

"Kami melihat saat ini yang memang punya peluang potensinya besar adalah PHEV. Karena PHEV itu sebenarnya ada satu kebiasaan yang mirip dengan BEV yaitu mobilnya bisa dicas langsung, jadi tidak hanya lewat mesin," ujar Gomgom di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Perseroan sebelumnya telah merilis Wuling Darion PHEV pada November 2025 dan diklaim memperoleh respons positif dari pasar. Dalam waktu dekat, Wuling juga berencana memperkenalkan model PHEV terbaru yakni Eksion.

Gomgom mengatakan, perkembangan pasar otomotif saat ini menunjukkan pergeseran menuju kendaraan listrik murni maupun PHEV. Kedua teknologi tersebut dinilai saling melengkapi dalam proses transisi elektrifikasi.

Menurut dia, sebagian konsumen sudah siap berpindah langsung dari kendaraan internal combustion engine (ICE) menuju EV sepenuhnya sehingga produsen menyediakan opsi EV. Namun, ada juga konsumen yang masih membutuhkan masa adaptasi sehingga PHEV menjadi solusi yang relevan.

Adapun, Wuling Darion dan Eksion juga tersedia dalam versi mobil listrik murni. Kehadiran keduanya menambah lini kendaraan elektrifikasi Wuling di Indonesia, yakni Air ev, Cloud EV, BinguoEV, dan Mitra EV. Seluruh model tersebut telah diproduksi secara lokal di fasilitas Wuling di Cikarang, Jawa Barat.

Pilihan Konsumen Kian Beragam

Di sisi lain, produsen otomotif Korea Selatan, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), menilai semakin banyaknya model kendaraan elektrifikasi seperti BEV, PHEV, dan hybrid electric vehicle (HEV) membuat pilihan konsumen semakin luas.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, keputusan memilih hybrid atau EV pada akhirnya berada di tangan konsumen, bukan produsen.

"Ada pelanggan yang belum ingin beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke mobil listrik berbasis baterai. Namun, ada pula konsumen yang setelah mencoba mobil listrik justru tidak kembali lagi ke kendaraan konvensional," ujar Frans di Jakarta, dikutip Jumat (17/4).

Karena itu, menurutnya, hal terpenting adalah menyediakan beragam pilihan powertrain sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan banyaknya opsi, pasar diharapkan tetap terjaga dan penjualan bisa berlangsung stabil.

Pasalnya, performa penjualan mobil nasional masih cenderung stagnan. Data Gaikindo menunjukkan distribusi wholesales pada kuartal I/2026 mencapai 209.021 unit, atau hanya tumbuh 1,7% secara tahunan dibandingkan 205.539 unit pada periode sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan ritel sepanjang Januari—Maret 2026 tercatat 211.905 unit, naik tipis 0,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 210.766 unit.

"Seluruh pelaku industri tentu berharap penjualan otomotif meningkat. Baik pabrikan asal Jepang, China, maupun lainnya memiliki kepentingan yang sama agar pasar tumbuh. Sebab, jika pasar meningkat maka permintaan juga naik, yang pada akhirnya mencerminkan kondisi ekonomi yang semakin membaik," pungkasnya.

Daftar Merek Mobil PHEV Terlaris di Indonesia Kuartal I/2026

Merek

Penjualan PHEV

Chery

898 unit

Jaecoo

229 unit

Wuling

204 unit

Geely

152 unit

Mazda

17 unit

Volvo

6 unit

BMW

2 unit

Lexus

2 unit


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Terkini M 4,3 Guncang Jailolo Maluku Utara, Dirasakan hingga Batang Dua
• 46 menit lalurctiplus.com
thumb
KKP Ungkap Populasi Ikan Sapu-Sapu Begitu Dahsyat, tapi Pemanfaatannya Masih Terbatas
• 19 jam laluokezone.com
thumb
5 Orang Sekeluarga Tewas di Grogol Petamburan Akibat Terjebak Asap
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Hasil Persebaya Vs Madura United: Bajol Ijo Tumbang di Stadion GBT
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Reuni Emosional Amiruddin Warnai Duel PSM vs Borneo FC
• 18 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.