5 Fakta Bareskrim Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang hingga Cabai

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyelundupan barang dari luar negeri. Kali ini, Dittipideksus Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan bawang hingga cabai.

Kasus terungkap saat Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri melakukan penggeledahan. Simak rangkuman faktanya di detikcom.

Baca juga: Total 4.599 HP Impor Ilegal Disita Bareskrim dari 5 Gudang di Jakarta

1. Penyelundupan di Pontianak

Penggeledahan dilakukan Tim Gakkum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri di dua lokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Penggerebekan pertama berlokasi di Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Garis polisi dipasang di rak-rak yang menyimpan berbagai jenis bawang di gudang tersebut.

Foto: Satgas Gakkum Penyelundupan Dittipideksus Bareskrim Polri menyita 23,1 ton bawang dan cabai hasil impor ilegal di Pontianak, Kalimantan Barat. (dok Polri)

Penggerebekan kedua digelar di Jalan Budi Karya, Kompleks Pontianak Square, Kelurahan Benuamelayu, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Di lokasi kedua, terlihat ada karung-karung berisi bawang bombay, bawang putih, dan bawang merah yang disita Tim Gakkum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri.

2. 23 Ton Lebih Disita

Tim Gakkum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri menyita 23,1 ton bawang hingga cabai kering yang diduga masuk secara ilegal.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak merincikan, lokasi pertama yang digerebek berada di Jalan Budi Karya Nomor 5, Pontianak Selatan. Di sana, petugas menemukan 10,35 ton bawang yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai kuning.

Sementara itu, di lokasi kedua, yakni di kompleks Pontianak Square, petugas menyita 12,79 ton komoditas pangan. Selain berbagai jenis bawang, polisi menemukan ribuan kilogram cabai kering.

"Total komoditas pangan hasil impor ilegal yang ditemukan sejumlah 23.146 kilogram atau 23,146 ton," ucap Ade Safri.




(fca/fca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex per 18 April 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Menguat 2,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Busrsa Tembus Rp13.635 Triliun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas Gakkum Bareskrim Polri Bongkar Impor Ilegal Bawang dan Cabai Kering di Pontianak Selatan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
BGN: 65 persen masyarakat Indonesia perlukan MBG
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Progres Pembangunan Stasiun JIS Capai 88%, Ditarget Rampung Akhir Mei
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.