Israel dan Lebanon mulai gencatan senjata 10 hari sejak Jumat (17/4) dini hari WIB. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump juga mengaku telah berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00 EST," kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
"Kedua belah pihak ingin melihat perdamaian, dan saya percaya itu akan terjadi, dengan cepat," tambahnya.
Iran Sambut BaikJuru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kementeriannya menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya gencatan senjata tersebut bagian dari kesepakatan yang dibuat Iran dan AS.
“[Iran menyambut baik] pengumuman gencatan senjata di Lebanon dan mencatat bahwa penghentian perang di Lebanon adalah bagian dari kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, yang dimediasi oleh Pakistan,” kata Baghaei dikutip dari Al-Jazeera, Jumat (17/4).
Selat Hormuz DibukaGencatan senjata tersebut juga membuat Iran memutuskan untuk membuka Selat Hormuz untuk semua kapal selama gencatan senjata Israel-Lebanon. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," kata Abbas dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Selat ini menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara produsen energi di Timur Tengah seperti Iran, Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Trump Larang Israel Bom LebanonPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang Israel untuk kembali menyerang Lebanon.
"Israel tak boleh lagi membom Lebanon. U.S.A melarang mereka menyerangnya. Cukup ya cukup!!!," kata Trump lewat media sosial Truth Social, dilansir AFP.





