JAKARTA, DISWAY.ID – Pasca Iran Sebut telah buka Selat Hormuz, terlihat dari situs marinetraffic.com pada Sabtu 18 April ratusan kapal masih menumpuk di Teluk Persia.
Ratusan kapal minyak dan gas yang tertahan sejak Iran menutup Selat Hormuz ini masih belum dapat melewati selat menuju masing-masing negara tujuan.
Hal yang sama juga terjadi pada 2 kapal Indonesia Pertamina Pride dan Gamsunoro yang mesih terpakir di wilayah tersebut.
Pertamina Pride sendiri terpantau pada Sabtu 18 April berada di perairan Al Jubayl Arab Saudi danGamsunoro posisinya berada di perairan Dubai,
BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka, Rantai Pasok Energi Global Kembali Stabil dan Harga Minyak Turun
Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka untuk kapal komersial.
Pengumuman ini kembali membuka harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah langsung berdampak pada harga minyak dunia.
Tidak hanya Araghchi, Donald Trump selaku Presiden Amerika juga menyampaikan pada Jumat lalu jika dirinya mendukung keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Selain itu Trump dalam sebuah wawancara dengan media internasional menyampaikan jika pihaknya dan Iran juga akan segera melakukan pembicaraan damai untuk mengakhiri perang dalam waktu dekat.
Pernyataan Araghchi sendiri dilemparkan setelah terjadinya kabar gencatan senjata 10 hari di Lebanon.
Dengan keluarnya pernyataan ini, harga minyak dunia langsung mengalami penurunan menjadi 90 dolar Amerika perbarel dari sebelumnya yang mencapai di atas 100 dolar Amerika.
BACA JUGA:Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Indonesia Masih Parkir di Selat Oman
Sedangkan gencatan senjata ini juga dikuatkan oleh pernyataan Trump yang mengatakan bahwa pihaknya telah melarang Israel untuk melakukan penyerangan terhadap Lebanon.
Akan tetapi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menangapi dengan mengunggah video ke halaman YouTube resminya yang menyatakan bahwa Israel belum selesai dengan Hizbullah.
“Kami belum menyelesaikan pekerjaan. Ada hal-hal yang kami rencanakan untuk dilakukan untuk mengatasi ancaman roket dan ancaman drone yang tersisa,” yangkap Netanyahu.
- 1
- 2
- »




