Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan sinkronisasi master plan di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba agar pengembangan kawasan berjalan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Hal ini juga sebagai komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A).
“Danau Toba adalah tentang bagaimana kita membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dari sini, saya melihat optimisme bahwa dengan kerja bersama, kita dapat menghadirkan pariwisata Indonesia yang otentik dan berdampak,” ujar Menpar Widiyanti, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (17/4), Menpar Widiyanti mengawali agenda pertemuan di Pantai Bebas Parapat yang disambut Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih itu turut membahas rencana strategis pengembangan fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.
Baca juga: Menpar tekankan pentingnya perkuat kolaborasi di sektor pariwisata
“Kami membahas rencana pengembangan atraksi baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan di kawasan pesisir Danau Toba,” kata Menpar Widiyanti.
Agenda dilanjutkan Menpar Widiyanti dengan memimpin rapat koordinasi bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Rapat difokuskan pada evaluasi dan sinkronisasi program kerja lintas sektor, guna memastikan seluruh pengembangan di kawasan Danau Toba berjalan dalam satu visi besar yang terpadu.
Selanjutnya, Menpar Widiyanti meninjau panorama Danau Toba dari Bukit Singgolom. Dalam kesempatan tersebut, ia berdiskusi bersama Bupati Danau Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, mengenai percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurut Menpar Widiyanti, Danau Toba tidak hanya merupakan destinasi wisata unggulan, tetapi juga simbol transformasi pariwisata Indonesia yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan Danau Toba harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
Baca juga: Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas
Baca juga: Menpar pastikan kelancaran dan kualitas destinasi wisata di Bali
Baca juga: Menpar apresiasi dua restoran Indonesia masuk restoran terbaik Asia
Hal ini juga sebagai komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A).
“Danau Toba adalah tentang bagaimana kita membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dari sini, saya melihat optimisme bahwa dengan kerja bersama, kita dapat menghadirkan pariwisata Indonesia yang otentik dan berdampak,” ujar Menpar Widiyanti, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (17/4), Menpar Widiyanti mengawali agenda pertemuan di Pantai Bebas Parapat yang disambut Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih itu turut membahas rencana strategis pengembangan fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.
Baca juga: Menpar tekankan pentingnya perkuat kolaborasi di sektor pariwisata
“Kami membahas rencana pengembangan atraksi baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan di kawasan pesisir Danau Toba,” kata Menpar Widiyanti.
Agenda dilanjutkan Menpar Widiyanti dengan memimpin rapat koordinasi bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Rapat difokuskan pada evaluasi dan sinkronisasi program kerja lintas sektor, guna memastikan seluruh pengembangan di kawasan Danau Toba berjalan dalam satu visi besar yang terpadu.
Selanjutnya, Menpar Widiyanti meninjau panorama Danau Toba dari Bukit Singgolom. Dalam kesempatan tersebut, ia berdiskusi bersama Bupati Danau Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, mengenai percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurut Menpar Widiyanti, Danau Toba tidak hanya merupakan destinasi wisata unggulan, tetapi juga simbol transformasi pariwisata Indonesia yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan Danau Toba harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
Baca juga: Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas
Baca juga: Menpar pastikan kelancaran dan kualitas destinasi wisata di Bali
Baca juga: Menpar apresiasi dua restoran Indonesia masuk restoran terbaik Asia





