Penulis: Fityan
TVRINews- New York
Langkah Teheran Membuka Jalur Logistik Global Dinilai Sebagai Sinyal Deeskalasi Konflik Timur Tengah
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, memberikan apresiasi resmi atas keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial pada Jumat 17 April 2026.
Hal ini dipandang sebagai titik balik krusial dalam meredakan ketegangan di salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyebut perkembangan ini sebagai "langkah ke arah yang benar."
Pengumuman tersebut memastikan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka bagi semua kapal komersial selama masa gencatan senjata berlangsung.
"Posisi PBB tetap jelas: kami membutuhkan pemulihan penuh atas hak-hak navigasi internasional dan kebebasan di Selat Hormuz untuk dihormati oleh semua pihak," tegas pernyataan resmi PBB tersebut.
Diplomasi dan Keamanan Maritim
Sekjen PBB menyatakan dukungan penuhnya terhadap segala upaya diplomatik guna menemukan jalan keluar damai dari konflik yang tengah melanda Timur Tengah.
Guterres berharap dibukanya jalur ini, bersamaan dengan kesepakatan gencatan senjata, dapat membangun kepercayaan (confidence building) antar pihak yang bertikai serta memperkuat dialog yang kini tengah difasilitasi oleh Pakistan.
Namun, nada waspada tetap datang dari Eropa. Meski menyambut baik kabar tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa kebebasan navigasi harus dipulihkan secara permanen di rute minyak utama tersebut.
Respon Pemimpin Dunia
Dalam sebuah pernyataan bersama setelah pertemuan yang melibatkan 50 negara dan organisasi internasional, Macron menuntut transparansi penuh dari semua pihak.
"Kami semua menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan tanpa syarat oleh semua pihak," ujar Macron.
Di sisi lain, PM Keir Starmer menyatakan bahwa Inggris dan Prancis akan terus mematangkan rencana misi internasional untuk menjamin keamanan maritim.
Menurutnya, misi tersebut akan dikerahkan segera setelah kondisi memungkinkan. Para perencana militer dijadwalkan akan bertemu di London pekan depan guna membahas teknis pengamanan jalur perdagangan energi dunia tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews





