jateng.jpnn.com, SEMARANG - Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan konsolidasi hingga menargetkan kemenangan pada pemilihan umum (Pemilu) 2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Meski hadir secara dalam jaringan melalui telekonferensi, AHY terus memberikan semangat kepada seluruh kader partai berlambang mercy tersebut di Hotel Tentrem Kota Semarang, Jumat (17/4).
BACA JUGA: Karnaval Paskah di Semarang: Merayakan Iman, Mengalirkan Pesan Damai
“Yang kami inginkan bukan sekadar formalitas atau selebrasi berlebihan. Kami bersyukur atas capaian lima tahun terakhir, tetapi tidak boleh puas,” katanya.
AHY menilai di bawah kepemimpinannya bersama Ketua DPD Demokrat Jateng Rinto Subekti, terdapat sejumlah kemajuan di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Jadwal Baru Proliga Semarang: Garuda Jaya vs Bhayangkara Presisi, Popsivo Polwan Hadapi JPE
Meski demikian, perbaikan organisasi dan pencapaian target politik tetap harus ditingkatkan, khususnya menghadapi Pemilu 2029 dan berbagai kontestasi politik lainnya, termasuk pemilihan legislatif dan kepala daerah.
Dalam Musda IV ini, AHY menetapkan tema besar Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, dan Rebut Kemenangan.
BACA JUGA: Resmi! Kombes Heri Wahyudi Jadi Kapolrestabes Semarang, Ini Pesan Perdana untuk Anggota
Dia menjelaskan terdapat tiga elemen utama yang harus dijalankan secara terpadu.
Pertama, rapatkan barisan. AHY menekankan pentingnya soliditas kader sebagai fondasi utama partai.
“Tanpa kebersamaan dan kerja bersama, tidak mungkin kami menjadi partai yang sukses,” ujar putra Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Dia mengingatkan bahwa Musda harus menjadi momentum pemersatu, bukan ajang perpecahan.
“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam politik, tetapi jangan sampai melukai rumah sendiri,” ujarnya.
Kedua, bangun kekuatan. Menurut AHY, kekuatan partai ditentukan oleh kualitas organisasi dan kader yang militan serta kompeten.
“Kader harus tidak menyerah menghadapi tantangan dan tidak ciut melihat kompetitor,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu.
AHY juga menyoroti posisi strategis Jawa Tengah sebagai provinsi besar dengan 35 kabupaten/kota dan puluhan juta konstituen. Kondisi tersebut menuntut kerja kolektif untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dirinya menegaskan bahwa Demokrat memiliki sejarah peran penting di Jawa Tengah dan harus bangkit kembali.
“Jangan gentar, jangan merasa tidak ada ruang. Demokrat pernah punya peran istimewa di Jawa Tengah. Mari bangkit kembali,” ujarnya.
AHY juga meminta seluruh kader menguatkan eksistensi partai hingga ke tingkat akar rumput.
“Kibarkan bendera. Pastikan sampai ke desa dan kelurahan, masyarakat mengetahui Demokrat tetap eksis dan terus memperjuangkan aspirasi mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Jateng Rinto Subekti menegaskan komitmen kader untuk memperkuat partai menghadapi Pemilu mendatang.
“Berjuang bersama agar pada pemilu yang akan datang Partai Demokrat Jawa Tengah bisa lebih baik dan lebih besar lagi,” kata Rinto.
Dia mengakui tantangan politik di Jawa Tengah cukup besar, termasuk dinamika terkait revisi undang-undang pemilu yang masih berkembang di tingkat nasional.
“Apa pun yang nantinya diputuskan terkait revisi undang-undang pemilu, sebagai kader harus siap,” ujarnya.
Rinto berharap Musda IV menjadi titik penguatan soliditas internal sehingga Demokrat Jateng semakin siap menghadapi kontestasi politik ke depan.
Di akhir pernyataannya, Rinto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader atas berbagai kebijakan selama masa kepemimpinannya lima tahun terakhir.
“Kami mohon maaf apabila selama memimpin ada keputusan yang belum sesuai dengan harapan kader. Musda ini kita lakukan untuk mencari yang terbaik agar Demokrat Jateng bisa lebih besar pada 2029,” tuturnya. (ink/jpnn)
Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Wisnu Indra Kusuma




