JAKARTA, DISWAY.ID -- Tim Gakkum Dittipideksus Satgas Penyelundupan Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik impor ilegal komoditas pangan dalam skala besar di Pontianak, Kalimantan Barat.
Total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari 23 ton.
Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Senin, 13 April 2026, di dua lokasi berbeda di wilayah Pontianak Selatan.
BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Usai Naik Per 18 April 2026, Dexlite Tembus Rp23.600
Aparat menemukan berbagai komoditas pangan ilegal, mulai dari bawang merah, bawang putih, bawang bombay, hingga cabai kering yang diduga berasal dari luar negeri tanpa melalui prosedur resmi.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan pengungkapan dilakukan pada Senin, 13 April 2026, di dua lokasi berbeda di wilayah Pontianak Selatan.
"Dari hasil penindakan tersebut, aparat menemukan berbagai komoditas pangan ilegal seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, hingga cabai kering yang diduga kuat berasal dari luar negeri tanpa prosedur resmi," katanya kepada awak, Sabtu 18 April 2026.
Diungkapkannya, total komoditas ilegal yang diamankan mencapai 23.146 kilogram atau sekitar 23,1 ton.
"Barang-barang tersebut terdiri dari bawang merah, bawang putih, bawang bombay kuning, bawang bombay merah berry, serta cabai kering yang masuk secara ilegal ke wilayah Indonesia," ungkapnya.
BACA JUGA:Daftar Lengkap Pemenang Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Telkomsel hingga Indosat Raih Penghargaan
Penindakan dilakukan di dua titik gudang penyimpanan:
Lokasi pertama di Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan, ditemukan sekitar 10,35 ton komoditas ilegal.
Lokasi kedua di kawasan Pontianak Square, ditemukan lebih banyak, yakni sekitar 12,79 ton.
"Dari hasil pendataan, bawang putih menjadi komoditas terbanyak dengan total lebih dari 9 ton, disusul bawang bombay kuning hampir 8 ton, serta komoditas lainnya dalam jumlah signifikan," ujarnya.
Berdasarkan hasil klarifikasi, komoditas tersebut diketahui berasal dari berbagai negara, di antaranya Thailand, China, Belanda, dan India.
- 1
- 2
- »





