Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengguna Pertamax Turbo Enggan Beralih

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi Pertamina mulai Sabtu (18/4/2026), membuat sebagian pengendara terkejut dengan lonjakan yang cukup tinggi. 

Kenaikan terjadi untuk BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Sementara itu, jenis BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan harga dan tetap dijual dengan tarif sebelumnya.

Baca juga: Pramono Akan Kembangkan Solar Panel untuk Kurangi Ketergantungan BBM di Jakarta

Yusuf (33), salah satu pengguna Pertamax Turbo, mengaku cukup kaget dengan kenaikan harga yang dinilai signifikan.

Meski begitu, ia menyadari bahwa fluktuasi harga merupakan risiko yang harus dihadapi sejak awal menggunakan BBM jenis tersebut.

Terlebih di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah.

"Karena naiknya lumayan tinggi. Tapi di sisi lain, saya sudah pakai Turbo dari awal, jadi ya siap enggak siap juga dengan risiko naik-turun harga," kata Yusuf saat ditemui di SPBU Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu.

Ia menyebut kenaikan ini berdampak pada pengeluaran bulanannya, terlebih karena penggunaan mobil yang rutin setiap hari.

Meski demikian, Yusuf enggan beralih ke jenis BBM lain.

Ia menilai, penggunaan Pertamax Turbo masih memberikan efisiensi dari sisi konsumsi bahan bakar.

“Untuk saat ini saya masih tetap pakai Turbo. Soalnya kalau dihitung-hitung, pakai Turbo itu sebenarnya lebih hemat dikonsumsi. Dulu juga mikirnya cuma beda tipis sama Pertamax, jadi sekalian saja ambil yang lebih bagus," ujar dia.

Baca juga: Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok

Sementara itu, Ihsan (28) juga mengaku terkejut dengan kenaikan harga tersebut. Ia bahkan sempat menyesal tidak mengisi bahan bakar sebelum harga naik.

Dampak kenaikan ini, cukup terasa karena membuat pengeluaran bulanan bertambah hingga ratusan ribu rupiah.

“Untuk sekarang saya masih tetap pakai Turbo, belum kepikiran pindah ke yang lebih murah, mau pindah ke Shell juga pada tutup semua," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, hingga kini ia belum berniat beralih ke jenis BBM lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Naik Rp16 Ribu Jadi Rp2,884 Juta Hari Ini, 18 April 2026
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan, Begini Kondisinya Sekarang
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Keras! Pramono Larang Campur Tangan Politik di Kursi Direksi BUMD DKI
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengembangan Hunian Modular Percepat Program 3 Juta Rumah
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Momen yang Tepat Pertamina Menjadi BUK di Bawah Presiden
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.