Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menggandeng Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai upaya untuk mendorong percepatan investasi dan pembangunan daerah.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan keinginan itu telah disampaikan dalam rapat bersama BPI Danantara belum lama ini.
Pemprov Sumbar menyampaikan harapan dan permohonan dukungan kepada Danantara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mempercepat realisasi investasi serta pembangunan infrastruktur strategis di Sumbar.
"Sebelum harapan itu kami sampaikan, kami telah memetakan potensi dan menetapkan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan," ucap Mahyeldi dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).
Dia menyebutkan ada beberapa program strategis yang telah berprogres antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pembangunan flyover Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.
Selain itu, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang masih mengalami perlambatan akibat keterbatasan anggaran daerah. Maka dari itu, untuk mempercepat pembangunan, Pemprov Sumbar membutuhkan dukungan dari Danantara.
Baca Juga
- Pusri Gelar Pengobatan Gratis Klinik Sehati Batch 2
- Samade dan BLU Kementerian Keuangan BPDP Bantu Sertifikasi Halal UMKM Sawit Sumsel
- 11.000 Pekerja Terdampak Pencabutan PBPH di Sumut, Bobby Minta LHK Kaji Mendalam
Mahyeldi menjelaskan adapun program yang masih dalam tahap perencanaan meliputi penyusunan peta jalan Sumbar hijau, reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai dan Mandeh, serta pelebaran ruas jalan Bukittinggi–Payakumbuh.
"Kami meyakini, apabila seluruh rencana strategis ini dapat dituntaskan, investasi akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumbar akan semakin positif," katanya.
Mahyeldi berharap melalui sinergi antara Danantara, BUMN, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, berbagai tantangan pembangunan di Sumbar dapat diatasi secara bersama dan berkelanjutan.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria menegaskan pertumbuhan ekonomi Sumbar sangat dipengaruhi oleh tingkat investasi yang masuk.
Oleh karena itu, perlu upaya konkret dari pemerintah daerah untuk menarik minat para investor agar mereka tertarik menanamkan modalnya di Sumbar, terutama pada sektor-sektor produktif.
"Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini, investasi itu belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif," ujarnya.
Menurut Dony, investasi yang didorong harus bersifat padat karya agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar padat modal. Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih proaktif dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan," tegasnya.
Dia juga menekankan pentingnya memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi daerah, termasuk keterlibatan tenaga kerja lokal serta pencatatan badan usaha di Sumbar agar manfaat ekonominya tidak keluar dari daerah.
"Investasi tidak cukup hanya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menambah penerimaan daerah," ungkap dia.
Dony melihat Sumbar memiliki berbagai potensi sektor produktif yang dapat ditawarkan kepada investor, seperti hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.
Di sektor infrastruktur, lanjutnya, perlu didorong percepatan pembangunan proyek strategis nasional di Sumbar, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor kunci masuknya investasi.





