Tangerang (ANTARA) - Perusahaan penyedia jasa pengujian laboratorium, Alvalab meluncurkan lima produk layanan uji berbasis teknologi tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri pangan, pertanian, lingkungan dan manufaktur yang semakin kompleks dan dinamis.
"Peluncuran ini menjadi momentum perdana bagi perusahaan untuk tampil dalam pameran khusus industri laboratorium. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan serta kepatuhan terhadap standar global, Alvalab terus menghadirkan solusi analitik yang relevan dan bernilai tambah," kata Head of Sales and Marketing Alvalab, Jonathan A Widakdo ditemui pada ajang Lab Indonesia 2026 di ICE BSD City Serpong Tangerang, Sabtu
Jonathan mengungkapkan, Alvalab menghadirkan lima layanan unggulan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap keamanan dan kualitas produk yang semakin ketat, baik di pasar domestik maupun global.
Layanan utama yang diperkenalkan adalah Analisis Residu Pestisida yang menjadi parameter krusial bagi komoditas pertanian dan rempah-rempah. Didukung teknologi analitik mutakhir, Alvalab mampu melakukan pengujian hingga pada material kompleks seperti cassia stick dan black pepper yang memiliki karakteristik matriks lebih sulit dibandingkan bahan berbasis daun. Pengujian ini memastikan produk memenuhi batas maksimum residu (MRL) yang dipersyaratkan di berbagai negara tujuan.
Baca juga: Polda Metro ungkap industri narkoba rumahan skala besar di Semarang
Selanjutnya, melalui layanan pengujian umur simpan, Alvalab membantu industri menentukan umur simpan produk secara lebih presisi. Pendekatan pengujian disesuaikan dengan karakteristik produk menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) maupun Rancimat, sehingga menghasilkan evaluasi stabilitas yang cepat dan tetap akurat.
Untuk mendukung keamanan pangan, Alvalab juga menyediakan pengujian alergen dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Pengujian ini mampu mendeteksi alergen hingga tingkat jejak, membantu mencegah kontaminasi silang sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar global.
Layanan lainnya, yakni analisis bahan aktif yang berperan dalam mengonfirmasi kandungan dan konsentrasi senyawa utama dalam produk. Analisis ini penting untuk menjaga kualitas, keaslian, serta konsistensi produk, khususnya pada rempah-rempah dan minyak esensial.
Sebagai pelengkap, Alvalab turut menghadirkan pengujian anti-bakteri untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri suatu produk. Pengujian dilakukan melalui metode laboratorium tervalidasi guna menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Wamenaker: Industri berperan sebagai "laboratorium pencetak ahli"
Melalui lima layanan ini, Alvalab menegaskan komitmennya dalam mendukung industri menghadapi tuntutan kualitas, keamanan, dan regulasi yang semakin kompleks di pasar global.
“Selama ini banyak industri harus mengirim sampel ke luar negeri. Dengan pengembangan ini, pengujian bisa dilakukan di dalam negeri sehingga lebih efisien dari sisi biaya dan waktu,” jelasnya.
Jonathan menegaskan, keunggulan utama Alvalab terletak pada kualitas dan kecepatan layanan. Perusahaan menggunakan peralatan laboratorium dari Eropa dengan tingkat akurasi mencapai 99,5 persen.
Selain itu, sistem pengerjaan menggunakan kalender hari, termasuk akhir pekan, sehingga memberikan kepastian waktu bagi klien. “Yang dibutuhkan klien itu kepastian, baik dari sisi kualitas maupun lead time,” katanya.
Baca juga: Kemenperin perkuat jaminan produk halal lewat sinergi laboratorium
Dari sisi pasar, Alvalab tidak hanya berfokus pada klien domestik, tetapi juga menjangkau kebutuhan perusahaan internasional. Layanan pengujian Alvalab dimanfaatkan oleh perusahaan luar negeri yang ingin memasarkan produknya di Indonesia dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal, maupun oleh buyer global yang membutuhkan analisis kualitas bahan baku dari Indonesia sebelum proses pembelian.
Memasuki 2026, Alvalab optimistis terhadap pertumbuhan industri pangan nasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.
“Pada 2024 menjadi awal, 2025 mulai berjalan, dan di 2026 ini kami siap berlari karena alat, metode, dan akreditasi sudah semakin lengkap,” ungkap Jonathan.
Ia menambahkan, tren klien juga mulai bergeser dari sekadar uji coba menjadi kontrak jangka panjang, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan Alvalab.
Baca juga: Kemenperin perkuat mutu obat bahan alam lewat jejaring laboratorium
Selain itu, Alvalab juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM melalui paket pengujian yang lebih terjangkau serta layanan konsultasi gratis, khususnya untuk kebutuhan pengurusan izin seperti BPOM.
Ke depan, Alvalab berharap adanya dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri laboratorium, termasuk melalui promosi dan penyelenggaraan event seperti Lab Indonesia.
“Laboratorium punya peran penting dalam memastikan akurasi data produk dan mencegah overclaim. Kami ingin hadir sebagai laboratorium independen yang kredibel,” ujarnya.
Sementara itu, Billy Laurence selaku Managing Director Alvalab melihat peningkatan signifikan terhadap kebutuhan layanan laboratorium yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Peluncuran layanan baru ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan.
"Melalui keikutsertaan ini, Alvalab mengundang para pelaku industri, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan untuk mengunjungi booth Alvalab dan mengeksplorasi berbagai solusi pengujian yang ditawarkan," ujarnya.
Partisipasi Alvalab juga mendapat respons positif dari para pengunjung pameran. “Alvalab menghadirkan solusi yang komprehensif, terutama dengan layanan baru dan sistem yang terintegrasi. Ini sangat membantu dalam memastikan kualitas produk kami,” ujar Yanuar, salah satu pengunjung.
Baca juga: Kemenperin gunakan sistem EMC jamin keamanan produk elektronik
"Peluncuran ini menjadi momentum perdana bagi perusahaan untuk tampil dalam pameran khusus industri laboratorium. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan serta kepatuhan terhadap standar global, Alvalab terus menghadirkan solusi analitik yang relevan dan bernilai tambah," kata Head of Sales and Marketing Alvalab, Jonathan A Widakdo ditemui pada ajang Lab Indonesia 2026 di ICE BSD City Serpong Tangerang, Sabtu
Jonathan mengungkapkan, Alvalab menghadirkan lima layanan unggulan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap keamanan dan kualitas produk yang semakin ketat, baik di pasar domestik maupun global.
Layanan utama yang diperkenalkan adalah Analisis Residu Pestisida yang menjadi parameter krusial bagi komoditas pertanian dan rempah-rempah. Didukung teknologi analitik mutakhir, Alvalab mampu melakukan pengujian hingga pada material kompleks seperti cassia stick dan black pepper yang memiliki karakteristik matriks lebih sulit dibandingkan bahan berbasis daun. Pengujian ini memastikan produk memenuhi batas maksimum residu (MRL) yang dipersyaratkan di berbagai negara tujuan.
Baca juga: Polda Metro ungkap industri narkoba rumahan skala besar di Semarang
Selanjutnya, melalui layanan pengujian umur simpan, Alvalab membantu industri menentukan umur simpan produk secara lebih presisi. Pendekatan pengujian disesuaikan dengan karakteristik produk menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) maupun Rancimat, sehingga menghasilkan evaluasi stabilitas yang cepat dan tetap akurat.
Untuk mendukung keamanan pangan, Alvalab juga menyediakan pengujian alergen dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Pengujian ini mampu mendeteksi alergen hingga tingkat jejak, membantu mencegah kontaminasi silang sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar global.
Layanan lainnya, yakni analisis bahan aktif yang berperan dalam mengonfirmasi kandungan dan konsentrasi senyawa utama dalam produk. Analisis ini penting untuk menjaga kualitas, keaslian, serta konsistensi produk, khususnya pada rempah-rempah dan minyak esensial.
Sebagai pelengkap, Alvalab turut menghadirkan pengujian anti-bakteri untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri suatu produk. Pengujian dilakukan melalui metode laboratorium tervalidasi guna menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Wamenaker: Industri berperan sebagai "laboratorium pencetak ahli"
Melalui lima layanan ini, Alvalab menegaskan komitmennya dalam mendukung industri menghadapi tuntutan kualitas, keamanan, dan regulasi yang semakin kompleks di pasar global.
“Selama ini banyak industri harus mengirim sampel ke luar negeri. Dengan pengembangan ini, pengujian bisa dilakukan di dalam negeri sehingga lebih efisien dari sisi biaya dan waktu,” jelasnya.
Jonathan menegaskan, keunggulan utama Alvalab terletak pada kualitas dan kecepatan layanan. Perusahaan menggunakan peralatan laboratorium dari Eropa dengan tingkat akurasi mencapai 99,5 persen.
Selain itu, sistem pengerjaan menggunakan kalender hari, termasuk akhir pekan, sehingga memberikan kepastian waktu bagi klien. “Yang dibutuhkan klien itu kepastian, baik dari sisi kualitas maupun lead time,” katanya.
Baca juga: Kemenperin perkuat jaminan produk halal lewat sinergi laboratorium
Dari sisi pasar, Alvalab tidak hanya berfokus pada klien domestik, tetapi juga menjangkau kebutuhan perusahaan internasional. Layanan pengujian Alvalab dimanfaatkan oleh perusahaan luar negeri yang ingin memasarkan produknya di Indonesia dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal, maupun oleh buyer global yang membutuhkan analisis kualitas bahan baku dari Indonesia sebelum proses pembelian.
Memasuki 2026, Alvalab optimistis terhadap pertumbuhan industri pangan nasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.
“Pada 2024 menjadi awal, 2025 mulai berjalan, dan di 2026 ini kami siap berlari karena alat, metode, dan akreditasi sudah semakin lengkap,” ungkap Jonathan.
Ia menambahkan, tren klien juga mulai bergeser dari sekadar uji coba menjadi kontrak jangka panjang, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan Alvalab.
Baca juga: Kemenperin perkuat mutu obat bahan alam lewat jejaring laboratorium
Selain itu, Alvalab juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM melalui paket pengujian yang lebih terjangkau serta layanan konsultasi gratis, khususnya untuk kebutuhan pengurusan izin seperti BPOM.
Ke depan, Alvalab berharap adanya dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri laboratorium, termasuk melalui promosi dan penyelenggaraan event seperti Lab Indonesia.
“Laboratorium punya peran penting dalam memastikan akurasi data produk dan mencegah overclaim. Kami ingin hadir sebagai laboratorium independen yang kredibel,” ujarnya.
Sementara itu, Billy Laurence selaku Managing Director Alvalab melihat peningkatan signifikan terhadap kebutuhan layanan laboratorium yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Peluncuran layanan baru ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan.
"Melalui keikutsertaan ini, Alvalab mengundang para pelaku industri, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan untuk mengunjungi booth Alvalab dan mengeksplorasi berbagai solusi pengujian yang ditawarkan," ujarnya.
Partisipasi Alvalab juga mendapat respons positif dari para pengunjung pameran. “Alvalab menghadirkan solusi yang komprehensif, terutama dengan layanan baru dan sistem yang terintegrasi. Ini sangat membantu dalam memastikan kualitas produk kami,” ujar Yanuar, salah satu pengunjung.
Baca juga: Kemenperin gunakan sistem EMC jamin keamanan produk elektronik





