Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian mengunjungi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin. Dalam kunjungannya, ia melihat langsung proses pembuatan kain tenun sekaligus berbelanja produk lokal.
Tri Tito pun menekankan pentingnya penguatan pemasaran dan peningkatan kreativitas produk tenun. Ia menilai tantangan utama yang dihadapi para pengrajin tidak hanya pada proses produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran serta peningkatan kualitas dan kreativitas produk.
"Karena pengrajin-pengrajin ini tanpa pemasarannya yang baik, tanpa perbaikan-perbaikan kualitas ataupun kreativitas dari tenun, pasti mempunyai kendala dalam melestarikan kebudayaan ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Lebih lanjut, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) ini mendorong adanya penguatan kerja sama antara Dekranas pusat dan daerah. Tujuannya agar membuka lebih banyak peluang promosi melalui berbagai kegiatan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
"Kami harapkan kerja sama Dekranas Pusat dan Dekranas Kabupaten Belu bisa terus berlanjut," katanya.
Selain mendukung pengembangan sektor kerajinan, kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak melalui TP PKK. Dalam kesempatan itu, dilakukan sosialisasi kepada pelajar, orang tua, dan masyarakat terkait upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, khususnya terhadap perempuan dan anak.
Tri Tito menambahkan, pihaknya telah mengunjungi sekolah serta shelter bagi korban untuk memberikan dukungan, tidak hanya melalui sosialisasi, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan.
Di akhir kunjungannya, ia mengapresiasi potensi yang dimiliki Kabupaten Belu, baik dari sisi alam maupun kekayaan budaya yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
"Kabupaten Belu indah luar biasa dengan alamnya, baik di darat, di laut, maupun di bukit-bukitnya. [Hal ini] butuh dukungan dari segala macam pihak agar memanfaatkan kekayaan alam ini menjadi destinasi wisata [dunia]," pungkasnya.
(akd/ega)





