Hadapi Sektor Industri yang Melambat, Begini Strategi SIG (SMGR)

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

ekspor menjadi penyelamat volume penjualan SIG, dengan volume meningkat hingga 14,9 persen (YoY) menjadi 6,4 juta ton.

Hadapi Sektor Industri yang Melambat, Begini Strategi SIG (SMGR) (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, mengakui bahwa kondisi sektor industri yang digeluti saat ini tengah mengalami perlambatan yang cukup signifikan.

Meski demikian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor produksi semen tersebut mengaku masih mampu memaksimalkan peluang pertumbuhan melalui sejumlah strategi.

Baca Juga:
Hadapi Tekanan Finansial Signifikan, Media BBC Inggris Akan PHK 2.000 Karyawan

"Sejak paruh kedua 2025 lalu, kami mematuskan untuk bertransformasi dengan berfokus pada daya saing, menyasar peningkatan pangsa pasar dan penguatan profitabilitas," ujar Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Upaya transformasi tersebut, menurut Indrieffouny, kemudian diturunkan ke level strategis, dengan membidik peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, 

Baca Juga:
Saham Naik Signifikan, MNC Digital (MSIN) Berencana Secondary Listing di Luar Negeri

Dan ketiga pilihan strategi utama tersebut, diklaim Indrieffouny telah menunjukkan hasil positif, dengan capaian kinerja yang terus meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II-2025, dengan momentum yang kuat pada triwulan IV-2025.

Secara umum, Indrieffouny menjelaskan bahwa permintaan semen domestik di 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Baca Juga:
Raup Laba Rp12,7 Miliar, Sigma (SICO) Tebar Dividen Mini Rp2 per Saham

Hal tersebut turut berdampak pada penurunan penjualan domestik SIG. Meski begitu, SIG mampu menunjukkan kemampuan untuk pulih lebih kuat.

"Sepanjang 2025, penjualan kami tercatat mencapai 37,93 juta ton. Salah satu indikator perbaikan signifikan, yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada triwulan IV-2025, yang berkontribusi pada total volume penjualan yang tumbuh 1,1 persen secara tahunan," ujar Indrieffouny.

Bagi Indrieffouny, capaian ini membuktikan bahwa efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG telah berjalan sesuai harapan, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi. 

Salah satu performa yang mencolok di antaranya adalah penjualan semen kantong (ritel) yang tumbuh sebesar 5,7 persen (YoY) pada triwulan IV-2025, jauh melampaui pertumbuhan pasar semen kantong nasional yang pada saat yang sama hanya berkisar dua persen secara tahunan.

Di tengah lesunya pasar lokal, ekspor menjadi penyelamat volume penjualan SIG, dengan volume meningkat hingga 14,9 persen (YoY) menjadi 6,4 juta ton.

Optimisme berlanjut di awal 2026, di maka pada Januari-Februari 2026, SIG berhasil mencetak kenaikan penjualan domestik sebesar 9,7 persen, dengan segmen semen kantong tumbuh impresif 14,6 persen.

"Kami yakin SIG berada pada jalur yang tepat. Kami berkomitmen melanjutkan transformasi secara disiplin untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,," ujar Indrieffouny.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini (18/4), Tembus Rp17.000
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Harga BBM Nonsubsidi Terbaru, Pertamina Naikkan Harta Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex per 18 April
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Jenderal Kopassus Menyamar Jadi Sopir, Tangkap Pemimpin Musuh Tanpa Letuskan Satu Peluru
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Rismon Sianipar Dapat SP3, Sempat Minta Maaf ke Jokowi hingga Hubungan dengan Roy Merenggang
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Main Children Of Heaven, Muhadkly Acho Curi Ilmu Sutradara dari Hanung Bramantyo
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.