Harga Minyak Anjlok 5,9% Sentuh US$92,41 per Barel Usai Selat Hormuz Dibuka

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia terpantau turun signifikan seiring dengan normalisasi Selat Hormuz yang menjadi jalur 20% perdagangan minyak global.

Melansir trading view, Sabtu (18/4) pukul 12.45 WIB, harga minyak Brent turun 5,90% ke level US$92,41 per barel. Sebelumnya, harga minyak acuan global ini sempat tembus di atas level US$100 per barel ketika eskalasi perang Timur Tengah memanas, membuat Iran menutup jalur perdagangan Selat Hormuz.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa jalur pelayaran Selat Hormuz akan sepenuhnya dibuka seiring tercapainya gencatan senjata di Lebanon.

Melalui akun sosial media X miliknya, Arghchi mengatakan bahwa jalur vital perdagangan minyak dunia itu akan dibuka selama masa gencatan senjata berlangsung. Dia menekankan kapal komersial dapat melintas melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.

"Seiring dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya dibuka untuk sisa masa gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulis Arghchi pada Jumat (17/4/2026).

Kabar tersebut direspons positif oleh pemerintah Indonesia. Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan bahwa pembukaan jalur strategis tersebut menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan dampak positif terhadap kondisi energi global, termasuk kondisi ketahanan energi nasional.

Baca Juga

  • Dua Kapal Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz Usai Dibuka Iran
  • Selat Hormuz Dibuka, RI Berharap Stabilitas Pasokan Energi Global Pulih
  • Iran Nyatakan Jalur Selat Hormuz Resmi Dibuka Penuh

Dia mengatakan bahwa pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, termasuk melalui penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi.

"Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan," imbuh Anggia.

Dampak ke Emiten Migas

Lonjakan harga minyak global sempat memantik pergerakan saham-saham migas di Tanah Air seperti MEDC dan ENRG. Selama perkembangan konflik AS-Iran, harga saham migas di Indonesia juga naik turun mengikuti sentimen harga minyak dunia.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audrey dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya menjabarkan ada tiga skenario outlook harga minyak berdasarkan tingkat eskalasi perang yang berisiko mengganggu jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz. Pertama, harga Brent ditaksir naik ke level US$80-US$90 per barel jika gangguan terjadi dalam skala ringan. 

Kedua, Brent diperkirakan melonjak ke level US$105-US$115 per barel dalam skenario berkelanjutan. Ketiga, jika gangguan terjadi berkepanjangan harga Brent ditaksir dapat melejit ke angka US$110-US$135 per barel.

"Meskipun perkembangan terbaru menunjukkan peningkatan arus melalui Selat Hormuz, kami tetap melihat gangguan moderat sebagai skenario dasar kami," tulis riset tersebut.

Atas dasar tersebut, sekuritas melihat dalam 3 bulan ke depan sektor hulu migas diperkirakan outperform atau lebih baik dibandingkan kinerja sektoral lainnya.

Sejalan dengan harga minyak dunia yang turun, saham migas Indonesia juga terpantau melandai. ENRG dalam perdagangan Jumat (17/4) ditutup turun 0,28% ke Rp1.780, walau harganya secara year to date (YtD) mencerminkan kenaikan 11,25%. Sedangkan MEDC yang sejak awal tahun melesat 26,39%, di perdagangan Jumat terpangkas 0,58% ke Rp1.700.

Medco Energi Internasional Tbk. - TradingView

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz! Tuding AS Langgar Komitmen
• 34 menit lalukompas.tv
thumb
Disiplin Warga Meningkat, 60 Persen Masyarakat Bali Sudah Memilah Sampah dari Sumber
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Operasi SAR Dihentikan, Korban Tenggelam di Air Terjun Situmurun Belum Ditemukan
• 39 menit lalujpnn.com
thumb
Jelang Lawan Arsenal, Man City Krisis Bek: Ruben Dias Dipastikan Absen
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Menjangkau yang Tak Terjangkau: Reorientasi Pendidikan Nonformal
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.