Operasi SAR Dihentikan, Korban Tenggelam di Air Terjun Situmurun Belum Ditemukan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MEDAN - Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap satu orang yang tenggelam di objek wisata Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Sabtu, mengatakan operasi pencarian terhadap korban tersebut telah dilakukan selama tujuh hari.

BACA JUGA: Tim SAR Temukan Jasad Remaja yang Tenggelam di Sungai Keruk Kertapati

"Setelah melakukan segala cara selama tujuh hari pencarian, Tim Operasi SAR Nasional terhadap satu orang korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Desa Situmurun, Kecamatan Lumban Julu yang di koordinasi oleh Pos SAR Danau Toba secara resmi dihentikan," ujar Hery Marantika.

Hery mengatakan pencarian korban atas nama Christopher Rustam Muda Dua (21) telah dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan berbagai metode dan teknologi.

BACA JUGA: Balita Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia

Ia mengatakan tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit(SRU) guna memperluas area pencarian dengan perlengkapan.

"SRU I melakukan pencarian menggunakan rigid bouyancy boat (RBB) Basarnas yang dilengkapi teknologi sonar dan Aqua Eye dilanjutkan dengan penyelaman di titik-titik yang dicurigai dengan radius sekitar 1 kilometer," kata dia.

BACA JUGA: Balita Tenggelam di Sungai Komering, Tim SAR Lakukan Pencarian

SRU II melaksanakan penyisiran permukaan air menggunakan perahu LCR milik BPBD Toba di sepanjang area tepian danau dengan cakupan sekitar tiga kilometer.

SRU III menggunakan teknologi Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk melakukan pencarian bawah air secara lebih detail di sekitar lokasi kejadian dengan luas sekitar 500 meter persegi.

"Seluruh area prioritas telah disisir secara menyeluruh sesuai rencana operasi. Namun, hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan," sebut dia.

Hery mengatakan penghentian operasi SAR tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama antara pemangku kebijakan terkait dan pihak keluarga.

"Berdasarkan evaluasi bersama seluruh unsur SAR gabungan dan pihak keluarga, serta mempertimbangkan efektivitas operasi yang telah berlangsung selama tujuh hari tanpa adanya tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR diusulkan untuk dihentikan dan ditutup. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali," ujarnya.

Korban diketahui bernama Christopher Rustam Muda Dua (21) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di kawasan tersebut sejak Sabtu (11/04).

Peristiwa bermula saat korban bersama rombongan melakukan aktivitas wisata di sekitar objek wisata Air Terjun Situmurun, yang berada di kawasan perairan Danau Toba. Korban diduga tenggelam setelah terseret arus di sekitar lokasi air terjun yang memiliki karakteristik arus cukup kuat dan kedalaman yang bervariasi.

"Dengan dihentikannya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi, kerja sama, dan sinergi selama pelaksanaan operasi," ujarnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Narapidana Rutan Muntok Ikrar Anti Narkoba
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Meski Sudah Berdamai, Denada Akui Masih Merasa Bersalah dengan Ressa Rossano Usai 24 Tahun Hidup Terpisah
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Infografis Jadwal Rencana Perjalanan Haji 2026
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Napi Korupsi Bebas Berkeliaran, DPR Tekankan Pengawasan Lapas Harus Dievaluasi
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Anjlok di Bawah USD90
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.