JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora yang juga Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki pemahaman kuat di bidang ekonomi, setara dengan Presiden ke-3 RI B. J. Habibie.
Menurut Fahri, tidak banyak pemimpin Indonesia yang memiliki kapasitas sebagai “presiden ekonom”.
Ia menyebut, kombinasi pemahaman politik dan ekonomi menjadi keunggulan tersendiri dalam kepemimpinan Prabowo.
“Dari semua presiden yang ada, saya kira Pak Habibie, Pak Prabowo itu adalah ekonom. Yang ngerti ekonomi," kata Fahri dalam tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Fahri Hamzah Ungkap Prabowo Larang Menterinya Bicara Asal Bapak Senang, Tuntut Kerja Nyata
Ia menjelaskan, dalam konteks global saat ini, pemimpin politik pada dasarnya juga berperan sebagai pemimpin ekonomi.
Namun, posisi tersebut justru membuat tantangan yang dihadapi semakin besar.
“Dan menurut saya, karena dunia sekarang ini kan pemimpin politiknya disebut pemimpin ekonomi, ya. Jadi pemimpin ekonomi itu menurut saya lebih banyak musuhnya," nilai dia.
"Karena dia ngerti ini. Kan kita kalau tumbuh di sektor ini, pasti ada yang nggangguin orang lain. Dan itu yang orang takut," lanjutnya.
Percaya diri dan punya standar tinggiSelain itu, Fahri juga menyoroti tingkat kepercayaan diri Prabowo yang dinilai tinggi dalam menjalankan diplomasi internasional.
Ia menggambarkan gaya kepemimpinan Prabowo yang aktif menjalin hubungan dengan berbagai pemimpin dunia tanpa keraguan.
Baca juga: Fahri Hamzah soal Reshuffle: Itu Hak Prerogatif, Presiden Boleh Tidak Sharing dengan Siapa Pun
Fahri menyatakan, dalam waktu relatif singkat, Prabowo telah bertemu dengan sejumlah pemimpin global, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden China Xi Jinping, hingga Perdana Menteri India Narendra Modi.
Menurut Fahri, pendekatan tersebut turut berdampak pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dan memang buktinya ada. Ya kan? Investasinya datang dan kita tahu dalam semester terakhir ini, growth kita naik dari 5,11 menjadi hampir 5,4 persen," ujar dia.
Fahri menilai, kepercayaan diri Prabowo dalam memandang dunia sebagai ruang interaksi yang luas menjadi salah satu faktor utama dalam percepatan diplomasi ekonomi Indonesia.
Baca juga: Fahri Hamzah Ingatkan Kebebasan Berpendapat Tetap Ada Aturannya
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa standar tinggi yang ditetapkan Presiden juga harus diimbangi oleh kinerja para pembantunya di kabinet.
“Tuntutan untuk menjadi eksekutornya Pak Prabowo itu jauh lebih tinggi daripada presiden yang lain. Karena standarnya Pak Prabowonya sudah tinggi," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




