Survei nasional: Masyarakat rasakan dampak positif, publik dukung MBG

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Survei nasional yang dilakukan lembaga survei Poltracking Indonesia menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menuai berbagai diskusi di awal peluncurannya, kini terbukti menjadi motor utama kepuasan publik serta katalisator pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi menyatakan berdasarkan survei yang dilakukan lembaga tersebut didapati tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo - Gibran mencapai 75,1 persen yang mana sebanyak 74,1 persen di antaranya menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita mendalami program prioritas MBG. Dari data ini, 88 persen publik tahu tentang program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini adalah 55 persen," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, lanjutnya, data survei menunjukkan bahwa 36,5 persen publik menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung, melampaui program bantuan lain seperti subsidi upah maupun layanan kesehatan.

Menurut Masduri, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar makan siang gratis, melainkan fondasi baru bagi ketahanan pangan sekaligus intervensi pemerintah dalam membangun kualitas manusia Indonesia.

Baca juga: Menko Pangan minta pengelola SPPG utamakan misi gizi nasional

Baca juga: BGN: 900 SPPG wilayah 3T akan dioperasikan dukung MBG daerah terpencil

"Dengan penguatan pada rantai pasok lokal dan evaluasi berkelanjutan, MBG diprediksi akan terus menjadi pilar utama menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Bina Kasih, Desa Kadiwano Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) Samuel Seronadi menyatakan Program MBG memiliki dampak positif terhadap petani.

Dia menuturkan 21 petani di kelompok tani tersebut membudidayakan beragam sayuran seperti kacang panjang, buncis, labu jepang, dan sawi di lahan masing-masing untuk memenuhi pasokan MBG di desa mereka.

"Dengan adanya MBG yang ada di wilayah kami, tanaman kami jadi laku, tidak perlu susah-susah lagi ke pasar,” katanya.

Samuel juga mengaku, sebelum ada dapur MBG hasil pertanian yang mereka bawa ke pasar jumlahnya banyak sekali sehingga tidak terserap pasar, namun sekarang kelompok taninya sudah membuka lahan kembali untuk memenuhi pasukan dapur MBG di wilayahnya.

“Kami bersyukur dengan adanya MBG ini, hasil tani kami terserap, anak-anak kami bisa makan teratur. Di Indonesia Timur ini memang kadang anak sekolah tidak makan kalau jalan ke sekolah pagi-pagi. Termasuk anak saya," ujarnya.

Baca juga: BGN: Tujuan utama program MBG ubah pola pikir masyarakat tentang gizi

Baca juga: Menko Pangan ingatkan SPPG wajib serap produk pangan desa


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Konsumsi Gula Berlebihan Tidak Baik untuk Kesehatan
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kala pintu Istana kembali terbuka untuk calon pemimpin masa depan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Selat Hormuz Dibuka, ESDM Gaspol Lobi Iran Keluarkan Izin untuk Kapal Pertamina
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Korlantas Andalkan Teknologi Canggih Untuk Kelola Lalu Lintas Selama Kemala Run 2026
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Kopi Indonesia Go Global, Espresso 7oz Cafe Ekspansi ke Uzbekistan
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.