TNI Bantah Terlibat Penembakan Seorang Anak di Mimika Papua

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - TNI angkat bicara perihal informasi yang beredar soal dugaan penembakan terhadap seorang anak di Mimika, Papua.

Menurut Kepala Penerangan Komando Operasi Khusus (Kapen Koops) TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, insiden tersebut adalah insiden yang berbeda dan tidak bisa disimpulkan sebagai satu rangkaian peristiwa. 

Aparat menyebut ada dua kejadian berbeda yang terjadi di hari yang sama, namun di lokasi terpisah.

Wirya menegaskan klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.

“Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua kejadian berbeda yang sama-sama terjadi pada tanggal 14 April 2026 di lokasi yang tidak sama, sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai satu peristiwa yang saling berkaitan,” ucap Wirya, Sabtu (18/4/2026). 

Ia menjelaskan, insiden pertama terjadi di Kampung Kembru. Saat itu, prajurit TNI melakukan patroli setelah menerima laporan adanya kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut.

Namun, setibanya di lokasi, aparat justru mendapat serangan lebih dulu.

“Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM berhasil dilumpuhkan,” jelasnya.

Dari lokasi, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari senjata rakitan, senapan angin, amunisi berbagai kaliber, hingga senjata tradisional seperti busur, parang, kapak, dan pedang. 

Selain itu, ditemukan juga alat komunikasi, bendera OPM, serta dokumen identitas.

Sementara itu, insiden kedua terjadi di Kampung Jigiunggi, Mimika, Papua, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi pertama. 

Aparat menerima laporan adanya seorang anak meninggal dunia dengan luka tembak.

“TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” kata Wirya.

TNI menegaskan tidak ada keterlibatan prajurit dalam insiden kedua tersebut. 

Selain lokasi yang berbeda, waktu kejadian juga tidak bersamaan dan tidak ada aktivitas patroli TNI di Kampung Jigiunggi saat peristiwa terjadi.

“TNI berkomitmen selalu bertindak secara profesional, transparan dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya. (rpi/iwh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skema Pajak Kendaraan Listrik Baru Berpotensi Tambah Pemasukan Daerah
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jelang Clash of Legends 2026: Ronaldo Nazario Fokus pada Peran Manajer Tim DRX World Legends
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pentas Seni Unhas 2026, Ini Prestasi Fakultas Kedokteran
• 4 jam laluharianfajar
thumb
6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta, Mau Diapakan Setelahnya?
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Kamu Bahagia atau Sedang Dilanda Stres
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.