BPD Naik Peran, Siap Kendalikan Arah Pertumbuhan Ekonomi Daerah

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

SOLO, DISWAY.ID--Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator aliran dana daerah sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan yang produktif dan terukur.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia yang diselenggarakan di Solo dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

BACA JUGA:BBM Non Subsidi Naik Mulai Hari ini, Pertamina Dex Tembus Rp23.900 dan Pertamax Turbo Rp19.400

Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa perubahan landscape ekonomi serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah menuntut BPD untuk mengambil peran yang lebih strategis dan proaktif.

"Ke depan, BPD tidak cukup hanya berperan sebagai pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan. ekonomi secara aktif dan berkelanjutan," ujar Agus.

BACA JUGA:Terungkap di Sidang: Pabrik Sitaan Kejati Jambi Dikuasai Ilegal Lebih dari 3 Tahun

la menjelaskan bahwa BPD memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, hingga jaringan yang menjangkau hingga ke tingkat daerah.

Dengan keunggulan tersebut, BPD memiliki posisi unik untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah secara langsung.

"BPD harus mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang berputar di daerah dapat memberikan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil," tegasnya.

BACA JUGA:Liverpool Incar Adam Wharton Rp1,8 Triliun , Masa Depan Mac Allister di Anfield Dipertanyakan

Agus menekankan bahwa keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi penghambat pembangunan.

Dalam kondisi tersebut, inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga. kesinambungan government spending dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu instrumen strategis yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah yang tidak hanya difokuskan pada pembiayaan infrastruktur, tetapi juga untuk:

"Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan multiplier. effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek," jelas Agus.

BACA JUGA:wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNN dan PANDI Jalin Kolaborasi Perangi Penyalahgunaan Nama Domain
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
18 Dapur SPPG Aktif, 43 Ribu Warga Pangkalpinang Terima Makan Bergizi Gratis
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Geledah Kantor Pemkab Tulungagung, KPK Sita Tiga Koper Dokumen
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prediksi Arema FC Vs Persis Solo: Bakal Ngotot Demi Jauhi Papan Bawah
• 11 jam lalubola.com
thumb
Ade Govinda sinergikan perluasan jangkauan musik ke Malaysia
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.