Memperlakukan Nyawa Manusia Seperti Permainan! Klinik Hangzhou Menggunakan Satu Jarum untuk Mengambil Darah dari 15 Orang

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, sebuah klinik di Hangzhou, Tiongkok dilaporkan menggunakan satu jarum untuk mengambil darah dari 15 lansia, memicu kecaman luas. Warganet menilai tindakan ini sebagai bentuk mengabaikan nyawa manusia dan menyerukan agar pelaku dihukum berat.

EtIndonesia. Pada 14 April, seorang pengguna internet mengunggah video yang menunjukkan bahwa saat klinik tersebut mengadakan “pengobatan gratis” di sebuah kompleks perumahan, mereka menggunakan jarum yang sama untuk beberapa orang. Warga khawatir hal ini dapat menyebabkan penularan penyakit.

Dalam video terlihat, seorang wanita bertanya kepada petugas apakah jarum sudah diganti, dan petugas menjawab “sudah diganti”. 

Namun setelah warga memeriksa kantong sampah di lokasi, mereka tidak menemukan jarum bekas, lalu mempertanyakan:  “Apakah kalian hanya punya satu jarum? Di mana jarum bekas yang sudah diganti? Begitu banyak orang diambil darahnya, tapi hanya satu jarum? Penggunaan ulang jarum bisa menularkan hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Ini pelanggaran serius!”

Petugas tersebut menjawab, “Ya, saya tahu.”

Pengunggah video menyebutkan bahwa klinik tersebut berada di Distrik Binjiang, Hangzhou, dan praktik ini terjadi saat pemeriksaan gula darah. Ia juga mengatakan bahwa kejadian ini membuat warga hidup dalam kecemasan tinggi, yang berdampak pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Pada 16 April, media Tiongkok melaporkan bahwa penanggung jawab klinik mengakui kejadian tersebut terjadi beberapa hari sebelumnya, dengan sekitar 15 orang yang diambil darahnya. Namun ia menyalahkan seorang karyawan, dengan alasan “pegawai tersebut tidak paham dan melakukan kesalahan”, serta menyatakan bahwa karyawan itu telah dipecat.

Ketika ditanya mengapa pegawai yang tidak memiliki pengetahuan profesional diperbolehkan mengambil darah, penanggung jawab menjawab, “Saat itu sedang sibuk, jadi terjadi kelalaian.”

Pihak Dinas Kesehatan Distrik Binjiang, Hangzhou, menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan.

Setelah kejadian ini terungkap, reaksi publik pun meluas.
Sejumlah warganet mempertanyakan:
“Ini bukan kesalahan biasa, ini pengetahuan dasar!”
“Orang awam saja tahu, apalagi staf klinik!”
“Saat ditanya di tempat dia bilang ‘saya tahu’, tapi tetap pakai jarum yang sama untuk 15 orang. Ini bukan kelalaian, ini sengaja mempermainkan nyawa!”
“Ini sudah termasuk insiden keselamatan medis publik!”

Banyak juga yang mengkritik upaya melempar tanggung jawab:
“Satu jarum untuk 15 orang, ini bukan lalai, ini mengabaikan nyawa manusia!”
“Ini kejahatan!”
“Penggunaan ulang jarum melanggar batas etika medis!”
“Hanya memecat karyawan tidak cukup!”
“Harus diselidiki sampai tuntas!”
“Aparat seharusnya menuntut dengan pasal yang berkaitan dengan keselamatan publik.”

Ada juga warganet yang mengatakan, “Bukan cuma 15 orang, mungkin baru ketahuan 15 saja—bisa jadi sudah berlangsung bertahun-tahun.”

Sebagian lainnya menuduh kegiatan “pengobatan gratis” hanya kedok untuk bekerja sama dengan pihak lingkungan guna menjual obat.

Kasus serupa disebut telah beberapa kali terjadi di Zhejiang.

Pada 2017, seorang teknisi di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Zhejiang melanggar aturan “satu orang satu alat sekali pakai” dalam proses terapi, dengan menggunakan alat yang sama untuk beberapa pasien. Akibatnya, 5 wanita terinfeksi HIV, dua diantaranya sedang hamil. Pada Desember 2017, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan atas kasus tersebut.

Pada 15 Oktober 2021, otoritas kesehatan Xiaoshan, Hangzhou, melaporkan kasus lain di mana staf klinik menggunakan ulang alat uji kulit (meski jarum diganti, tabung suntik tetap dipakai ulang). Perawat yang bertanggung jawab mengaku melakukan hal tersebut demi kepraktisan.

Warganet menanggapi:
“Ada tetangga saya yang tertular HIV karena hal seperti ini.”
“Mengabaikan standar medis dan mempermainkan keselamatan kesehatan—bagaimana bisa terjadi hal seperti ini?”

Laporan oleh Li Li / Editor: Lin Qing


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8 Korban Heli Jatuh di Kalbar Teridentifikasi, Ada WNA di Antaranya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PKP Dorong Terobosan Pembiayaan Perumahan dan Target BPSP 400 Ribu Unit
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pep Guardiola Yakin Manchester City Kembali Kalahkan Arsenal
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Diskresi Yaqut Soal Kuota Haji Diulik KPK dari Agus Syafi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sukuk PNM Tembus Panggung Dunia, Menang di The Asset Awards 2026 Hongkong
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.