Moskow (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Alexander Grushko kepada RIA Novosti mengatakan Rusia tidak berencana menutup perbatasan bagi warga Eropa sebagai respon atas pengetatan aturan visa Schengen untuk warga Rusia.
"Dari kami, kami tidak berencana menutup perbatasan bagi warga negara Eropa atau membatasi masuknya mereka ke Rusia," kata Grushko.
Dia mengatakan bahwa kontak antarorang, pariwisata, bisnis, dan hubungan kemanusiaan harus dipertahankan.
"Negara kami ingin membangun jembatan hubungan antarmasyarakat, terlepas dari semua upaya Uni Eropa untuk menghancurkan jembatan-jembatan ini," kata Grushko.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Hubungan Uni Eropa-Hongaria makin panas soal fasilitas visa WN Rusia
Baca juga: Parlemen Uni Eropa permudah penangguhan bebas visa pelanggar HAM
"Dari kami, kami tidak berencana menutup perbatasan bagi warga negara Eropa atau membatasi masuknya mereka ke Rusia," kata Grushko.
Dia mengatakan bahwa kontak antarorang, pariwisata, bisnis, dan hubungan kemanusiaan harus dipertahankan.
"Negara kami ingin membangun jembatan hubungan antarmasyarakat, terlepas dari semua upaya Uni Eropa untuk menghancurkan jembatan-jembatan ini," kata Grushko.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Hubungan Uni Eropa-Hongaria makin panas soal fasilitas visa WN Rusia
Baca juga: Parlemen Uni Eropa permudah penangguhan bebas visa pelanggar HAM





