22 Kilogram Kokain Ditemukan di Pantai Pasir Putih Sumenep, Banderol Capai Rp115 Miliar

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Sebanyak 23 bungkus kokain dengan total berat keseluruhan sekitar 22 kilogram ditemukan di pesisir Pantai Pasir Putih, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Puluhan bungkus narkotika tersebut ditaksir memiliki nilai ekonomis senilai Rp115 miliar.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menjelaskan puluhan bungkus kokain tersebut ditemukan oleh seorang warga berinisial D, yang dikabarkan tengah berwisata di kawasan Pantai Pasir Putih, pada Senin (13/4/2026) petang.

Berdasarkan pengakuan D, Nanang mengungkapkan bahwa saat itu yang bersangkutan melihat puluhan bungkus plastik tersebut berserakan di sepanjang bibir pantai. Tak mau ambil pusing, D kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat Bhabinkamtibmas Desa Karanganyar yang saat itu tengah bertugas. 

"Jadi pada hari Senin sore, sekitar pukul 16.00, seorang warga yang berinisial D sedang wisata di pantai tersebut. Ia kemudian melihat bungkusan plastik bertulisan 'Bugatti' yang berhamburan dalam jumlah banyak di pesisir pantai tersebut," ujar Nanang dikutip Sabtu (18/4/2026).

Pada pukul 16.15 WIB, Bripda Idul Sulaiman selaku Bhabinkamtibmas setempat bersama empat personel Polsek Gili Genting langsung bergegas mendatangi TKP. Di lokasi tersebut, aparat awalnya menemukan sebanyak 9 bungkus "Bugatti" berisikan kokain, yang ditutupi secara rapi dengan sebuah terpal berwarna abu-abu. 

Selanjutnya, petugas pun melakukan penelusuran dan menemukan 14 bungkus kokain lainnya yang ditemukan tercecer di sekitar pesisir pantai. Secara keseluruhan, ditemukan sebanyak 23 bungkus "Bugatti" di kawasan Pantai Pasir Putih oleh polisi.

Puluhan kemasan berisi kokain tersebut kemudian dikirim menggunakan perahu menuju Pelabuhan Bringsang. Dari sana, polisi kemudian membawa barang bukti ke Pelabuhan Tanjung menuju Polres Sumenep untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

"Penimbangan awal pun kemudian dilakukan, yang hasilnya menunjukkan berat bruto barang bukti secara keseluruhan kurang lebih seberat 27,803 kilogram. Namun, usai dihitung ulang di Labfor, pembersihan sisa material pantai, dan penggunaan metode Scientific Crime Investigation, berat bersih barang bukti total seberat 22,226 kilogram," paparnya.

Nanang pun mengeklaim bahwa temuan puluhan kilogram narkotika jenis kokain ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Menurutnya, jenis narkotika yang menjadi langganan para pengedar maupun pemakai didominasi oleh sabu-sabu, ganja, hingga ekstasi (inex).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banderol kokain juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan narkotika lainnya yang biasanya ditemukan di pasar. Nanang mengungkapkan harga kokain per gram bisa mencapai nominal Rp4 juta hingga Rp7 juta. Bila dikalkulasikan, maka 23 bungkus kokain "Bugatti" tersebut memiliki nominal kurang lebih mencapai Rp115 miliar. 

"Inilah saudara-saudara kita lihat. Ada yang aneh. Kokain ternyata harganya lebih mahal dari narkotika yang lazim biasanya, dan penggunanya bukan kalangan biasa, kalangan yang ekonominya tinggi, dan selama kami di sini belum pernah menemukan hal-hal yang seperti ini. Biasanya inex (ekstasi), sabu, ganja. Itu yang paling kita temukan," paparnya.

Mengenai latar belakang dari barang haram tersebut bisa sampai berhamburan di kawasan pantai Sumenep, Nanang menduga bahwa puluhan bungkus kokain tersebut terseret pusaran laut hingga sampai di pesisir pantai. Selain itu, Polda Jatim juga menduga kokain "Bugatti" tersebut berkaitan erat dengan barang bukti narkotika jenis serupa yang ditemukan di sekitar Laut Jawa hingga Laut Flores itu.

"Karena di dalam bungkusnya ini sudah sobek, dan kemudian ada bekas tritip, kerang kecil, yang menempel tadi, diduga kokain itu mungkin sudah terdampar beberapa hari, dan terbawa arus, mungkin kena karang sehingga sobek sehingga terdampar di situ. Temuan ini juga kemarin ada beberapa yang muncul di Masalembo, juga Kepulauan Selayar dengan hal yang miri, yang sejenis Bugatti ini," paparnya.

Guna melacak asal-usul kokain tersebut, Nanang menegaskan ia juga telah menginstruksikan segenap personel Sat Polairud Polda Jawa Timur untuk melakukan penyisiran di sekitar titik temuan untuk memastikan tidak terdapat lagi bungkusan berisi kokain yang tersisa di sana. 

Selain itu, penelusuran terhadap sindikat terkait juga tengah dilakukan oleh petugas di satuan terkait, apalagi dengan status perairan Sumenep yang kerap menjadi lintas perdagangan narkoba internasional.

"Mudah-mudahan, kita bisa segera dapat mengungkap jaringannya, dan mencegah peredaran-peredaran, maksudnya jenis-jenis barang yang kalau kita lihat ini meningkat dari kualitasnya," pungkas Nanang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SIGEULIS Bikin Listrik Lebaran Aman! Gangguan Listrik Turun 43,7%
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mentan Amran Sebut Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Dunia
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Menag: Pesantren Bentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Tantangan Nyata Pemerataan Layanan Kesehatan di Indonesia, Sinergi Jadi Kunci
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Timnas Indonesia U-17 Butuh Kemenangan atas Vietnam U-17 untuk Angkat Moral Menuju Piala Asia
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.