Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan "terkejut dan khawatir" dengan unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump, di mana Trump mengatakan bahwa rezim Israel "DILARANG" menyerang Lebanon.
"Israel tidak akan lagi membombardir Lebanon," tulis Trump di Truth Social.
"Mereka DILARANG melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!" tegasnya, dilansir AFP, Sabtu (18/4/2026).
Situs web Amerika Serikat, Axios yang mengutip sumber-sumber, melaporkan bahwa para pejabat Israel pertama kali melihat unggahan Trump tersebut dalam laporan media, dan bukannya mengetahuinya melalui saluran resmi.
Pemerintah Israel pun telah meminta Gedung Putih untuk mengklarifikasi unggahan Trump di platform media sosial miliknya tersebut.
Dilansir Axios, Sabtu (18/4/2026), menurut sumber-sumber yang mengetahui hal tersebut, unggahan Trump itu bertentangan dengan teks perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diterbitkan Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis lalu.
Menurut perjanjian tersebut, Israel mempertahankan hak untuk melakukan tindakan militer, bahkan selama gencatan senjata, "untuk membela diri, kapan saja, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung."
(ita/ita)





