jpnn.com, JAWA TIMUR - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026).
Ajang ini dihadiri para peserta lomba dari sembilan sekolah yang berhasil lolos LCC Tingkat Provinsi Jawa Timur, yaitu SMA Negeri 1 Pandaan, SMA Negeri 15 Surabaya, SMA Negeri Jogoroto, SMA Negeri 1 Rogojampi, MAN 2 Kota Malang, MAN 1 Jember, SMAN 1 Balongpanggang, SMA Negeri 2 Mojokerto, dan SMA Negeri 1 Pacitan.
BACA JUGA: Ibas: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Jadi Wadah Mengasah Generasi Cerdas, Berkarakter & Berbudaya
Ahmad Muzani menegaskan LCC Empat Pilar MPR bukan sekadar kompetisi menang atau kalah, melainkan wadah untuk melatih keberanian, kemampuan berpikir, dan penguasaan materi kebangsaan.
"Bukan tentang menang, bukan tentang kalah, tetapi tentang keberanian saudara tampil mewakili daerah-daerah dan menguasai materi yang saudara kuasai," ujarnya.
BACA JUGA: Empat Pilar Keunggulan PPM Manajemen untuk Mendukung Standar Manajemen Nasional
Menurutnya, Indonesia ke depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif, inovatif, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, dia menyampaikan lima pesan penting kepada para peserta. Pertama, menjadi penjaga Pancasila.
BACA JUGA: Zulfikar Achmad MPR Ajak Kaum Milenial Hingga Gen Z Amalkan Empat Pilar Kebangsaan
Muzani menekankan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Indonesia.
“Tanpa Pancasila, tidak ada Indonesia. Tidak ada Indonesia tanpa Pancasila,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup hanya sebatas hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Lalu, kedua, menghormati konstitusi dan menjaga demokrasi dengan menjadikan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara.
Kemudian, ketiga, Muzani mengajak generasi muda untuk terus merawat persatuan di tengah keberagaman.
“Kita satu, tapi kita berbeda. Kita berbeda, tapi kita bertujuan untuk satu,” katanya.
Keempat, Muzani berpesan agar para peserta menjadi generasi digital yang berakhlak.
Dia menyoroti pentingnya penggunaan teknologi, khususnya gawai, secara bijak agar tidak merusak persatuan, melainkan memperkuat kreativitas dan kebersamaan.
Dan, pesan kelima adalah berani bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Muzani menilai masa SMA sebagai fase penting menuju masa depan yang lebih besar.
“Berani bermimpi dan berusaha dengan keras adalah kunci untuk meraih masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muzani berharap agar pada tahun 2045 saat Indonesia memasuki usia 100 tahun, para peserta saat ini telah menjadi tokoh-tokoh hebat di berbagai bidang.
Dia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, setidaknya bagi lingkungan terdekat.
“Jika tidak bisa memberi manfaat bagi lingkungan, jadilah orang yang bermanfaat bagi keluarga. Jika tidak mampu, minimal jangan merepotkan siapa pun,” pesannya.
Sementara, Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam pesan tertulisnya, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dia menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Khofifah juga mengatakan LCC Empat Pilar merupakan bagian dari investasi ideologis untuk menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah investasi ideologis yang sangat penting bagi keberlanjutan bangsa Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya generasi muda saat ini memegang peran strategis di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, dan derasnya arus informasi.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi fondasi utama.
“Empat Pilar Kebangsaan ini bukan sekadar untuk dihafal, tetapi untuk dihidupkan dalam sikap, tindakan, dan setiap keputusan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, terus berkomitmen membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui berbagai program, termasuk penguatan pendidikan karakter, literasi digital, serta dialog lintas budaya.
“Kami meyakini bahwa kecerdasan tanpa karakter akan rapuh, sedangkan kecerdasan yang berakar pada nilai kebangsaan akan melahirkan kepemimpinan yang kokoh dan berkelanjutan,” ungkapnya.
LCC Empat Pilar MPR diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berideologi, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekjen Siti Fauziah Berharap Perangkat Desa Ikut Menyebarluaskan Empat Pilar MPR
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




