Kisah Klasik Ronaldo Nazario dengan Indonesia

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Sekitar 30 tahun yang lalu tepatnya 1996, pesepakbola berusia 19 tahun yang digadang-gadang akan menjadi talenta terbaik tim nasional Brasil datang ke Indonesia.

Pria itu belum memiliki nama setenar bintang-bintang Brasil lainnya. Namun, ia adalah representasi talenta murni negeri samba yang lekat dengan semangat jogo bonito.

Ronaldo Luís Nazário de Lima —demikian ia dikenal— datang ke Indonesia saat masih berseragam PSV Eindhoven dengan status sebagai wonderkid.

Namanya masuk dalam skuad PSV yang dijadwalkan melakoni dua laga uji coba melawan klub Indonesia, yakni Persebaya Surabaya dan Persma Manado.

PSV datang ke tanah air membawa skuad terbaik mereka. Selain Ronaldo, terdapat nama-nama besar seperti Ronald Waterreus, Jaap Stam, Phillip Cocu, Wim Jonk, hingga penyerang Luc Nilis.

Sayangnya, Ronaldo Luís Nazário de Lima melewatkan laga uji coba menghadapi Persebaya Surabaya. Aksi sang penyerang baru bisa disaksikan ketika ia tampil menghadapi Persma Manado di Manado pada laga berikutnya.

Kisah klasik tersebut juga masih terekam sebagai memori manis dalam ingatan Ronaldo yang kini untuk kedua kalinya menginjakkan kaki di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa senang dengan antusiasme para penggemar yang datang menyambutnya bahkan sejak baru turun di bandara.

"Seperti yang kalian katakan, seperti yang kalian ketahui, beberapa tahun yang lalu, saya masih teringat ketika saya datang ke sini bersama dengan PSV Eindhoven untuk menjalani tur pramusim," ujar Ronaldo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

"Yah jadi saya merasa senang bisa kembali ke sini. Saya melihat antusiasme para pendukung yang sangat hebat sejak turun dari bandara hingga masuk hotel," katanya.

Baca juga: Ronaldo Nazario tidak sabar nikmati atmosfer GBK

Di masa 1996-an, mungkin publik , tidak akan mengira bahwa Ronaldo akan menjelma menjadi salah satu pesepak bola terbaik yang tercatat dalam sejarah olahraga yang memainkan si kulit bundar ini.

Pada sekitar 1996, publik, khususnya di tanah air, barangkali belum membayangkan bahwa Ronaldo Luís Nazário de Lima kelak menjelma menjadi salah satu pesepak bola terbaik dalam sejarah olahraga si kulit bundar.

Meski namanya tercantum dalam skuad saat Brazil national football team menjuarai FIFA World Cup 1994, Ronaldo yang kala itu baru berusia 17 tahun belum tampil menonjol bersama tim Samba.

Beberapa tahun kemudian, ia menjelma menjadi sosok yang dijuluki O Fenômeno, sebuah penegasan atas kapasitasnya sebagai salah satu pesepak bola paling sukses di masanya.

Selepas gelar dunia 1994, Ronaldo yang masih terikat kontrak dengan Cruzeiro memulai petualangan Eropanya, dengan bergabung ke PSV Eindhoven sebagai pelabuhan pertama.

Kariernya kemudian melesat bersama klub-klub elite Eropa seperti FC Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, hingga AC Milan, dengan torehan berbagai gelar bergengsi—mulai dari Piala Winners, kompetisi Eropa, La Liga, hingga Piala Interkontinental.

Ronaldo Luís Nazário de Lima juga menjadi sosok kunci saat Brazil national football team mengunci gelar dunia kelima mereka pada FIFA World Cup 2002.

Pada Februari 2011, ketika menginjak usia 34 tahun sang fenomenal yang telah mencicipi dua gelar Ballon D'or memutuskan untuk gantung sepatu disebabkan kondisi fisik yang tidak fit dan cedera yang kerap kambuh.

Keputusan itu menutup kisah luar biasa seorang anak dari Bento Ribeiro, pinggiran Rio de Janeiro, yang belajar sepak bola dari jalanan hingga menjelma menjadi legenda dunia.

Baca juga: Legenda Barcelona akan hadapi bintang dunia di GBK Jakarta

Ronaldo dan Indonesia

Ronaldo Luís Nazário de Lima merupakan salah satu olahragawan dengan citra paling laris secara global saat masih aktif bermain.

Rambut ikonik kuncung atau cascao dengan sedikit menyisakan potongan di bagian depan menjadi ciri khas Ronaldo.

R9, julukannya, memotong rambutnya jelang pertandingan semifinal melawan Turki pada gelaran Piala Dunia 2002 silam.

Potongan tersebut sontak menghebohkan publik. Terlihat ganjil, namun justru menjelma menjadi salah satu gaya paling ikonik dalam sejarah sepak bola.

"Saya pikir karena saya bodoh! [Tertawa] Ketika kamu masih muda, kamu melakukan hal-hal yang harus dijelaskan nanti, tapi ya, itu sedikit mengalihkan perhatian dari pertandingan," ujar Ronaldo mengenai gaya penampilannya di kala Piala Dunia 2002.

Ronaldo mengatakan bahwa gaya tersebut sebenarnya juga menjadi strategi untuk mengalihkan perhatian publik terhadap cedera yang dideritanya.

"Tapi saya rasa itu sebenarnya tidak mengalihkan perhatian siapa pun di sana. Saya pikir itu hanya hal bodoh yang saya lakukan sebagai pemain sepak bola muda," imbuh Ronaldo.

Gaya potongan ikonik cascao tersebut hingga kini masih menjadi tren potongan rambut di dunia terutama di Brasil.

Bahkan pada Maret 2020, pemain tim nasional Brasil Richarlison meniru gaya rambut ikonik dari Ronaldo.

Gaya rambut ikonik tersebut bahkan menginspirasi sinetron bertema sepak bola di Indonesia berjudul Ronaldowati yang pertama kali tayang pada 25 Februari 2008.

Tokoh utamanya digambarkan sebagai seorang perempuan yang bercita-cita menjadi pesepak bola, dengan potongan rambut cascão khas Ronaldo Luís Nazário de Lima.

Mendengar kisah itu, Ronaldo sempat berkelakar bahwa ia seharusnya meminta royalti atas penggunaan gaya rambut yang begitu identik dengannya dalam tayangan tersebut.

"Saya harus bicara (kepada pemilik sinetron), saya harus minta royalti! Ya, saya perlu melihat royalti saya. Bahkan teman saya juga punya tato dengan potongan rambut itu," ujar Ronaldo sambil tertawa.

Kini, sang fenomenal datang ke Tanah Air sebagai pelatih DRX Legends yang akan menghadapi Barca Legends dalam laga sportainment bertajuk Clash of Legends di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu pukul 19.30 WIB.

Meski tidak akan turun langsung ke lapangan karena kondisi fisik, kehadiran Ronaldo tetap menjadi sorotan utama. Nama besarnya serta perjalanan karier yang begitu ikonik, membuat setiap kemunculannya tetap layak dinantikan.

Baca juga: Ronaldo Nazario: Cristiano bukan pemain terbaik sepanjang sejarah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rusia Amati Kelakuan AS-Israel, Warning Serangan Darat ke Iran
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Berita Foto: Puluhan Petugas PPSU Sisir Kali Ciliwung untuk Berantas Ikan Sapu-Sapu
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Seusai Menjamu Perwakilan Qatar & Saudi, Megawati Menerima Dubes Jerman
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Bulog Malang Kejar Penyerapan 79.000 Ton Beras sampai akhir 2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Aktivitas SPBU di Tengah Kenaikan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.