Bulog Malang Kejar Penyerapan 79.000 Ton Beras sampai akhir 2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG—Bulog Malang mengejar target penyerapan beras sebesar 79.000 ton sampai akhir 2026.

Kepala Bulog Malang, M. Nurjuliansyah, mengatakan sampai saat ini penyerapan beras telah mencapai 50.000 ton atau sekitar 66% dari total target penyerapan 79.000 ton beras sampai akhir tahun.

“Beras di tingkat petani  masih ada, terutama di sentra-sentra produksi seperti Ngawi, Bojonegoro, Kab. Malang, Kab. Jombang, dan Kab. Pasuruan,” ujarnya di sela-sela pemantauan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Minyakita di Pasar Bunul Kota Malang, Sabtu (18/4/2026).

Dia memperkirakan, beras di tingkat petani yang belum diserap pasar masih ada sampai dengan Mei 2026 panen dari musim tanam (MT) I. Untuk panen padi dari MT II, biasanya dapat diserap pasar seluruhnya.

Karena itulah, dia optimistis, target penyerapan beras sebanyak 79.000 ton bakal tercapai. Apalagi HPP cukup kompetitif, yakni Rp6.500 GKP/kg.

“Jadi kalau harga padi di bawah HPP, maka Bulog wajib menyerap, tetapi jika diatasnya maka berarti petani sejahtera karena harga padi tinggi,” ujarnya.

Terkait dengan stok beras di Bulog Malang, dia meyakinkan, masih sangat mencukupi, yakni sebesar 70.000 ton. Beras sebesar itu cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional Bulog Malang selama 10 bulan.

Terkait realisasi Bantuan Pangan periode Februari-Maret, kata dia, sudah terealisasi 17%. Namun pada awal pekan depan penyalurannya akan digenjot dan sampai akhir April diperkirakan sudah tuntas.

Saat ini, kata dia, Bulog Malang telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 12.574 ton, sedangkan Minyakita 2,5 juta liter. Jumlah penerima bantuan di wilayah kerja Bulog Malang mencapai 623.725 penerima bantuan 20 kg beras dan 4 liter Minyakita.

“Penyaluran bantuan pangan agak tersendat karena ada penataan gudang. Tapi awal pekan depan sudah rampung dan akan kami genjot penyaluran Bantuan Pangan-nya,” ujarnya.(K24)

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Dunia Anjlok 10 Persen usai Selat Hormuz Dibuka, Tapi Harga Pertamax Malah Naik
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tiongkok Desak Israel dan Lebanon Bertanggung Jawab Jaga Gencatan Senjata
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Malaysia Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter di Kalimantan Barat
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bank Jago Hadirkan Fitur Pantau Portofolio, Permudah Nasabah Lacak Investasi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kapal-Kapal Kabur, Ekonomi Ambruk: Efek Mengerikan Blokade AS Terbongkar!
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.