Triwulan I 2026: 232.422 pelanggan, meningkat 39,9% dibanding tahun sebelumnya
Jakarta (ANTARA) - Perjalanan dengan kereta api kini menjadi bagian dari cara kita menikmati waktu, termasuk saat akhir pekan. Salah satu perjalanan yang menghadirkan pengalaman tersebut adalah KA Malabar, yang menghubungkan Bandung dan Malang melalui jalur selatan Pulau Jawa dengan pemandangan yang terus berganti sepanjang perjalanan.
Sepanjang Triwulan I 2026, KA Malabar melayani 232.422 pelanggan, meningkat 39,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 166.125 pelanggan. Peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap perjalanan antarkota yang memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman selama di perjalanan.
Melintasi jalur selatan Pulau Jawa, KA Malabar menyajikan karakter lintasan yang khas. Perjalanan melewati hamparan sawah di wilayah Priangan Timur, perbukitan hijau di selatan Jawa Barat, jembatan-jembatan panjang yang membentang di atas lembah, hingga terowongan yang menjadi bagian dari infrastruktur bersejarah di jalur ini. Lanskap tersebut terus berganti saat kereta api melintasi wilayah Tasikmalaya, Banjar, hingga menuju Yogyakarta dan Madiun.
Perjalanan sejauh sekitar 779 kilometer ini menghubungkan berbagai kota dengan karakter yang berbeda. Bandung dikenal dengan udara sejuk dan suasana kreatifnya, sementara Malang menawarkan kesejukan pegunungan serta akses menuju berbagai destinasi wisata alam seperti kawasan Batu dan sekitarnya. Kedua kota ini menjadi tujuan yang banyak dipilih untuk beristirahat maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
KA Malabar merupakan layanan kereta api penumpang yang melayani relasi Bandung–Malang pulang pergi dan menjadi satu-satunya kereta api yang menghubungkan kedua kota tersebut secara langsung. Dalam satu hari, terdapat dua perjalanan yang dapat dipilih pelanggan, yaitu KA Malabar Pagi dan KA Malabar Sore.
Layanan ini menggunakan rangkaian kelas eksekutif dan ekonomi premium stainless steel yang memberikan kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh. Sejak diluncurkan pada 30 April 2010, KA Malabar terus menyesuaikan layanan seiring kebutuhan pelanggan, termasuk pembaruan sarana yang kini digunakan.
Rute KA Malabar mencakup berbagai stasiun di jalur selatan, mulai dari Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Blitar, hingga Malang. Konektivitas ini memudahkan masyarakat untuk menjangkau berbagai kota dalam satu perjalanan yang terencana.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi bagian dari perubahan cara masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
“Perjalanan dengan kereta api sekarang memberi pengalaman yang berbeda, karena pelanggan bisa menikmati pemandangan yang terus berubah sepanjang jalur selatan, dari sawah, perbukitan, hingga terowongan. Kami terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan agar perjalanan antarkota semakin mudah direncanakan dan tetap nyaman untuk berbagai aktivitas,” tutup Anne.
Dengan jalur yang membentang di sisi selatan Pulau Jawa, KA Malabar menghadirkan perjalanan yang mempertemukan berbagai lanskap dalam satu laju kereta api. Perjalanan ini menjadi bagian dari pengalaman yang pelanggan nikmati, dari satu kota ke kota lainnya.
Jakarta (ANTARA) - Perjalanan dengan kereta api kini menjadi bagian dari cara kita menikmati waktu, termasuk saat akhir pekan. Salah satu perjalanan yang menghadirkan pengalaman tersebut adalah KA Malabar, yang menghubungkan Bandung dan Malang melalui jalur selatan Pulau Jawa dengan pemandangan yang terus berganti sepanjang perjalanan.
Sepanjang Triwulan I 2026, KA Malabar melayani 232.422 pelanggan, meningkat 39,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 166.125 pelanggan. Peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap perjalanan antarkota yang memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman selama di perjalanan.
Melintasi jalur selatan Pulau Jawa, KA Malabar menyajikan karakter lintasan yang khas. Perjalanan melewati hamparan sawah di wilayah Priangan Timur, perbukitan hijau di selatan Jawa Barat, jembatan-jembatan panjang yang membentang di atas lembah, hingga terowongan yang menjadi bagian dari infrastruktur bersejarah di jalur ini. Lanskap tersebut terus berganti saat kereta api melintasi wilayah Tasikmalaya, Banjar, hingga menuju Yogyakarta dan Madiun.
Perjalanan sejauh sekitar 779 kilometer ini menghubungkan berbagai kota dengan karakter yang berbeda. Bandung dikenal dengan udara sejuk dan suasana kreatifnya, sementara Malang menawarkan kesejukan pegunungan serta akses menuju berbagai destinasi wisata alam seperti kawasan Batu dan sekitarnya. Kedua kota ini menjadi tujuan yang banyak dipilih untuk beristirahat maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
KA Malabar merupakan layanan kereta api penumpang yang melayani relasi Bandung–Malang pulang pergi dan menjadi satu-satunya kereta api yang menghubungkan kedua kota tersebut secara langsung. Dalam satu hari, terdapat dua perjalanan yang dapat dipilih pelanggan, yaitu KA Malabar Pagi dan KA Malabar Sore.
Layanan ini menggunakan rangkaian kelas eksekutif dan ekonomi premium stainless steel yang memberikan kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh. Sejak diluncurkan pada 30 April 2010, KA Malabar terus menyesuaikan layanan seiring kebutuhan pelanggan, termasuk pembaruan sarana yang kini digunakan.
Rute KA Malabar mencakup berbagai stasiun di jalur selatan, mulai dari Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Blitar, hingga Malang. Konektivitas ini memudahkan masyarakat untuk menjangkau berbagai kota dalam satu perjalanan yang terencana.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi bagian dari perubahan cara masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
“Perjalanan dengan kereta api sekarang memberi pengalaman yang berbeda, karena pelanggan bisa menikmati pemandangan yang terus berubah sepanjang jalur selatan, dari sawah, perbukitan, hingga terowongan. Kami terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan agar perjalanan antarkota semakin mudah direncanakan dan tetap nyaman untuk berbagai aktivitas,” tutup Anne.
Dengan jalur yang membentang di sisi selatan Pulau Jawa, KA Malabar menghadirkan perjalanan yang mempertemukan berbagai lanskap dalam satu laju kereta api. Perjalanan ini menjadi bagian dari pengalaman yang pelanggan nikmati, dari satu kota ke kota lainnya.





