FAJAR, MAKASSAR — Pertarungan antara PSM Makassar dan Borneo FC Samarinda kini benar-benar memasuki fase konkret. Bukan lagi sekadar wacana taktik atau hitung-hitungan klasemen, melainkan duel nyata dengan susunan pemain yang sudah ditetapkan—dan dari sini, arah pertandingan mulai bisa dibaca lebih tajam.
Di Stadion Gelora BJ Habibie, PSM mengambil keputusan yang cukup berani di lini depan. Duet Alex Tanque dan Sheriddin Boboev dipasang sejak menit awal. Ini bukan sekadar pilihan teknis, tetapi sinyal bahwa PSM tidak ingin bermain aman. Mereka ingin langsung menekan.
Absennya Savio Roberto dari starting XI dan hanya berada di bangku cadangan juga memberi pesan lain. Tim pelatih tampaknya menginginkan keseimbangan berbeda—lebih direct, lebih agresif di lini depan, dengan Boboev sebagai partner yang bisa membuka ruang bagi Tanque.
Di lini belakang, Dusan Lagator kembali menjadi tumpuan. Tanpa beberapa pilar utama, ia harus memimpin organisasi pertahanan bersama Yuran Fernandes. Ini akan menjadi ujian besar, terutama menghadapi mobilitas lini serang Borneo yang dikenal dinamis.
Di lini belakang, Dusan Lagator kembali menjadi tumpuan. Tanpa beberapa pilar utama, ia harus memimpin organisasi pertahanan bersama Yuran Fernandes. Ini akan menjadi ujian besar, terutama menghadapi mobilitas lini serang Borneo yang dikenal dinamis.
Sementara itu, Borneo datang dengan komposisi yang tidak kalah menarik. Mariano Peralta tetap menjadi ancaman utama di lini depan, didukung oleh pemain-pemain dengan karakter menyerang seperti Juan Felipe Villa.Di bawah mistar, kehadiran Nadeo Argawinata memberi jaminan stabilitas bagi lini belakang Borneo.
Pengalamannya dalam laga-laga besar bisa menjadi faktor pembeda, terutama jika pertandingan berjalan ketat hingga menit akhir.
Jika melihat susunan ini, ada dua pendekatan yang cukup kontras. PSM tampak mengandalkan kekuatan kolektif dan duel fisik, sementara Borneo lebih mengedepankan variasi serangan dan fleksibilitas lini tengah.
Kunci pertandingan kemungkinan besar akan berada di dua area. Pertama, duel antara Lagator dan Peralta. Ini adalah pertarungan klasik antara bek dengan penyerang yang sama-sama mengandalkan insting dan pembacaan situasi. Satu kesalahan kecil bisa langsung berujung peluang emas.
Kedua, efektivitas duet Tanque dan Boboev. Jika keduanya mampu membangun chemistry sejak awal, PSM bisa menciptakan tekanan konstan. Namun jika tidak, justru Borneo yang berpotensi mengambil alih ritme permainan.
Menariknya, keberadaan pemain-pemain seperti Ananda Raehan dan Arfan di lini tengah akan sangat menentukan transisi permainan. Mereka menjadi penghubung antara lini belakang dan depan—area yang sering kali menjadi titik lemah jika tidak dijaga dengan baik.
Di bangku cadangan, PSM masih memiliki opsi untuk mengubah permainan. Masuknya Savio Roberto di babak kedua bisa menjadi kartu truf, terutama jika tim membutuhkan kreativitas tambahan saat kebuntuan terjadi.
Namun pada akhirnya, susunan pemain hanyalah awal dari cerita. Yang menentukan tetap bagaimana strategi itu dijalankan di lapangan. Intensitas, disiplin, dan ketenangan akan menjadi faktor utama dalam laga dengan tekanan setinggi ini.
Dengan semua elemen yang ada—komposisi pemain, motivasi, hingga kepentingan klasemen—pertandingan ini punya semua bahan untuk menjadi laga yang menentukan, bukan hanya bagi kedua tim, tetapi juga bagi arah kompetisi secara keseluruhan.
Starting XI: Hilman Syah
Yuran Fernandes Rocha Lopes
Alex de Aguiar Gomes
Syahrul R Lasinari
Sheriddin Boboev
Victor Luiz Prestes Filho
Gledson Paixao da Silva
Arfan
Ananda Raehan Alief
Dusan Lagator
Jacques Medina Temopelé
Cadangan: M. Reza Arya Pratama
Cadangan: M. Reza Arya Pratama
Resky Fandi Witriawan
Savio Roberto Juliao FigueiredoRicky Pratama
Rasyid Assahid Bakri
Muh. Rizky Eka Pratama
Muh. Dzaki Asraf HuwaidiAchmat Fahrul Aditia
Akbar Tanjung
Muhammad Daffa Salman Zahran Sidik
Abdul RahmanLuka Cumic
Borneo FC Samarinda
Starting XI: Nadeo Arga Winata
Starting XI: Nadeo Arga Winata
Kei Hirose
Koldo Obieta Alberdi
Mariano Ezequiel Peralta Bauer
Mohammad Anez
Komang Teguh Trisnanda
Juan Felipe Villa Ruiz
Christophe Nduwarugira
Westherley Garcia Nogueira
Rivaldo Enero Pakpahan
Muhammad Alfharezzi Buffon
Cadangan: Syahrul Trisna Fadillah
Cadangan: Syahrul Trisna Fadillah
Daffa Fasya Sumawijaya
Ardi Idrus
Ikhsan Nul Zikrak
Marcos Emanuel Astina
Muh. Redzuan Fachgi
Camara Ousmane Maiket
Ahmad Agung Setia Budi
Muh. Dwiky Hardiansyah
Dika Kuswardani
Kaio Nunes Ferreira
M Sihran H Amarullah
Live Streaming Vidio pukul 20.00 WITA atau 19.00 WIB





